Kasus Oli Cemari Sungai

Diduga Ada Unsur Kesengajaan

SENGAJA – Komisi III DPRD Kota Banjarmasin menilai pencemaran sungai dengan membuanG B3 tersebut ada unsur kesengajaan pihak perusahaan. mb/edoy

BANJARMASIN – Komisi III DPRD Kota Banjarmasin men­yebutkan kasus pencemaran lingkungan dengan membuang oli yang termasuk kategori Bahan Berbahaya Beracun (B3) ke Sungai Martapura diduga ada unsur kesengajaan di pihak perusahaan.

Hal ini terungkap saat jajaran Komisi III DPRD Kota Banjar­masin yang diketuai Muhammad Isnaini, melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi pembuatan oli bekas di Jalan Piere Tendean Kecamatan Banjar­masin Tengah, Selasa (14/1).

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini mengungkapkan, ban­yak­nya oli yang didapatkan di selokan atau drainase di dekat tempat tersebut yang aliran­nya langsung, ke sungai Martapura tentunya, menjadi indikasi adanya unsur ke­sengajaan di dalam peru­sahaan tersebut.

Berkaitan itu, pihaknya akan berencana memanggil, kembali Di­nas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meminta kete­rangan, serta mendengar sejauh mana penanganan, terkait per­masalahan itu.

“Dewan akan tetap meman­tau sesuai tupoksi kami pada pengawasannya,” ungkapnya kepada wartawan saat Sidak. Selasa, (14/1).

Politisi Partai Gerindra mengatakan, tindak lanjut pena­ng­anan secara cepat aparat Kepolisian serta pihak Dinas LH Kota Banjarmasin.

Dalam mengusut perma­sa­lahan itu, dewan sangat  me­ng­apresiasi DLH Kota Banjarmasin, sekarang tinggal menunggu, hasil dari penyelidikan lebih lanjut.

“Kita tunggu proses yang berjalan, apakah masuk dalam kategori pidana atau bukan,” katanya. Di samping itu, Kasi Peng­kajian Amdal DLH Adi Rahman mengungkapkan, saat ini pihak­nya sudah melakukan cek lapa­ngan, sampai siang itu, dida­patkan 12 jerijen, dengan daya tampung 20 liter, semuanya banyak mengandung oli bekas yang didapat, dari aliran dekat tempat tersebut.edo