Firli Bantah Kabar Hasto Bakal Turut Diciduk Saat OTT

Firli Bahuri. CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan

Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membantah pihaknya beberapa hari lalu akan turut menciduk Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto terkait kasus dugaan suap PAW Anggota DPR 2019-2024 yang menjerat Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Diketahui, tim KPK menangkap tangan delapan orang dan menetapkan empat di antaranya sebagai tersangka dugaan suap PAW.

Selain Wahyu, tiga pihak lain, yakni Harun Masiku (caleg PDIP), Agustiani Tio Fridelina (orang kepercayaan Wahyu Setiawan), dan Saeful (swasta).

“Enggak, saya tidak ada konfirmasi itu. Tidak ada konfirmasi itu ya,” kata Firli di Komplek DPR/MPR, Jakarta Pusat, Selasa (14/1).

Firli menambahkan pihaknya baru menetapkan empat orang tersangka. Satu di antaranya, yakni Harun yang tengah diburu karena berada di luar negeri.Dia berada di Singapura sejak 2 hari sebelum KPK melakukan OTT tengah pekan lalu.

“Kita juga sudah mengirimkan surat ke Kumham. Kita berkoordinasi dengan Polri. Karena Polri memiliki jaringan yang cukup luas,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Wahyu Setiawan bersama tiga orang lainnya, yakni caleg PDIP Harun Masiku, Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful. Wahyu diduga meminta uang Rp900 juta untuk memuluskan Harun ditetapkan sebagai PAW Nazarudin Kiemas yang meninggal.

Lembaga antirasuah itu menduga sebelumnya Wahyu sudah menerima Rp600 juta dari Harun melalui Agustiani. Kasus dugaan suap ini terbongkar lewat OTT pada Rabu (8/1).

Dalam kasus ini, Hasto dikabarkan turut terlibat. Bahkan informasi beredar Sekjen PDIP itu juga akan ditangkap dalam OTT yang sama dengan Wahyu, namun diduga bersembunyi di lingkungan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Dugaan keterlibatan Hasto ini ditengarai kuat karena dia membuka komunikasi dan mengetahui pemberian uang ke Wahyu.

Namun, Hasto membantah telah menegosiasikan PAW Harun ke KPU Pasalnya KPU sudah menetapkan kader PDIP lainnya Riezky Aprilia. Ia juga membantah berada di PTIK saat tim KPK menggelar OTT pada Rabu pekan lalu.cnni/ron