loader image

Mantan Sekretaris KNPI Tala Disidang

Sidang perdana– kasus dugaan korupsi dana KNPI Kabupaten Tala yang menyeret Puput Baharudin Mahmud mantan Sekretarus KNPI setempat. mb/risma

BANJARMASIN – Kendati telah menyeret dua orang terdakwa atas dugaan korupsi dana KNPIKabupaten Tala yakni Syahruji selaku ketua dan Paulina Riska selaku bendahara, rupanya kasusnya belum selesai.

Terbukti dengan diseret Puput Baharuddin Mahmud mantan Sekretaris KNPI Kabupaten Tanah Laut yang kini mulai menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selaaa (14/1).

Pada sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU Syaifullah SH, dengan majelis hakim yang dipimpin Teguh SH MH.

Dalam dakwaan dipaparkan bahwa terdakwa bersama dengan ketua dan bendahara KNPI Tanah Laut, tidak dapat mempertanggungjawabkan dana hibah sebesar Rp339 Juta lebih.

Terdakwa bersama Sahruji selaku Ketua KNPI Tanah Laut dan bendaharnya Paulina Riska pada tahun anggaran 2019  menerima dana hibah dari Pemkab Tanah Laut sebesar Rp1,2 M lebih untuk melaksanakan 24 kegiatan kepemudaan. Diakhir kegiatan ternyata ketiganya tidak dapat mem­pertanggungjawabkan keuangan  dan dinilai  terdapat kerugian negara.

Adapun dugaan pe­nyimpangan yang dilakukan terdakwa bersama dua terpidana dengan melakukan 24 kegiatan, namun sebagian laporan dari kegiatan itu tidak sesuai dengan kenyataannya, sebagian ada di mark up, sehingga menimbulkan kerugian negara.

Atas perbuatan terdakwa tersebut JPU mematok pasal 2 atau 3 atau 9 jo pasal 18  UU RI No 31 tahun 1999 sebagaimana  diubah dan ditambah pada UU No 20 tahun 2001 tentang pem­berantasan tindak pidana korupsi  jo pasal 55  ayat 1 ke 1 KUHP.

Dua terdakwa terdahulu, majelis hakim menjatuhkan vonis penjara masing masing setahun terhadap dua pengurus KNPI Kab. Tanah Laut.

Kedua terdakwa tersebut adalah mantan Ketua KNPI Tanah Laut Syahruji dan mantan bendaharanya Paulina Riska, kedua oleh majelis dibebaskan dari tuntutan uang pengganti karena tidak dapat dibuktikan dalam per­si­dangan.ris/mb05