KPI Pusat Rekomendasi Pembatalan KPID Terpilih

Komisi I Siap Bentuk Tim Seleksi KPID Baru

Komisi I DPRD Kalsel bersama Diskominfo Kalsel melakukan kunjungan kerja ke KPI Pusat di Jakarta.(Ist)

BANJARMASIN – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat merekomendasikan agar Gubernur Kalsel melalui dinas informasi dan komunikasi, membuat surat untuk membatalkan hasil seleksi Komisioner KPID terpilih periode sebelumnya.

Rekomendasi tersebut disampaikan ketika Komisi I DPRD Kalsel bersama Diskominfo Kalsel melakukan kunjungan kerja ke KPI Pusat di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, H. Suripno Sumas, mengatakan kunjungan tersebut dalam rangka adanya keinginan Diskominfo Kalsel, untuk meminta agar Komisi I DPRD Kalsel menyelenggarakan kembali seleksi Anggota Komisioner KPID Kalsel Periode Tahun 2020.

 “Dalam pertemuan tersebut ,Wakil Rakyat Provinsi menyampaikan beberapa permasalahan yang terjadi, sehingga sampai saat ini hasil fit and proper test Komisioner KPID Kalsel yang telah dilaksanakan oleh Komisi I DPRD Kalsel periode 2014-2019 lalu, belum mendapatkan surat keputusan dari Gubernur Kalsel,” ujar Suripno di Banjarmasin, Selasa (14/1).

Menurut Suripno, hal ini terkait adanya gugatan dari sekelompok calon komisioner KPID Kalsel yang tidak terpilih yang menyatakan bahwa SK Tim Seleksi tidak sah karena ditandatangani oleh Ketua DPRD Kalsel, bukan tandatangan Gubernur.

Setelah melakukan diskusi dengan KPI pusat, Suripno mengatakan bahwa sebenarnya apa yang dilakukan Komisi I DPRD Kalsel periode sebelumnya terhadap seleksi komisioner KPID Kalsel tersebut, sudah memenuhi ketentuan umum dan persyaratan serta kelengkapan yang diatur di dalam peraturan KPI nomor 1 tahun 2014 dan peraturan perundang-undangan nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.

Oleh karena itu lanjut Suripno, KPI pusat akan segera memberikan rekomendasi agar persoalan ini bisa diatasi yaitu agar gubernur melalui kepala diskominfo untuk membuat surat yang isinya membatalkan hasil tes yang terdahulu.

 “Dengan dasar surat pembatalan tersebut, maka Komisi I DPRD Kalsel bisa melaksanakan kembali seleksi calon KPID Kalsel karena apa yang menjadi keputusan terdahulu batal secara hukum,” tegas politisi PKB ini.

Suripno menambahkan, saat ini Komisi I menunggu surat pembatalan hasil seleksi calon KPID Kalsel terdahulu dari Diskominfo atau Gubernur Kalsel, sehingga dengan dasar surat tersebut.

 “ Komisi I akan membentuk timsel yang baru, untuk melaksanakan seleksi calon KPID Kalsel periode 2020,” jelasnya.rds