loader image

DPRD Kalsel Batal ke Luar Negeri

Muhammad Jaini

BANJARMASIN – Wacana 55 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri yakni Finlandia dan Estonian pada bulan Februari 2020 bakal tidak terwujud.

Karena waktu mengurus kelengkapan surat menyurat dengan waktu keberangkatan sangat mepet akhirnya terpaksa dipending,selain itu juga mengingat padatnya agenda unsur pimpinan dan anggota DPRD Kalsel.

 “Mengingat padatnya agenda ketua, dan persyaratan surat menyurat yang memakan waktu lama, rencana berangkat ke Finlandia dan Estonia di batalkan,” ujar Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Kalsel, Muhammad Jaini, di Banjarmasin, Selasa (14/1).

Jaini menjelaskan, surat resmi yang masuk ke sekretariat, tanggal 6 Januari 2020 undangan yang dikirimkan Kedutaan Besar RI Helsinki yang ditandatangani Duta Besar LBBP Wiwiek Setyawati Firman ditujukan kepada pimpinan dewan. Perihal undangan untuk berpartisipasi pada Tourest Travel Trade Fair 2020. Acaranya di gelar dari 7-9 Februari.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Pemendagri) RI Nomor 29 Tahun 2016 tentang Pedoman Perjalanan Dinas Ke Luar Negeri bagi ASN, Kemendagri dan Pemerintahan Daerah, Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, Pimpinan dan Anggota DPRD artinya sah-sah saja melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.

 “Undangan itu sebenarnya hanya untuk unsur pimpinan, paling banyak hanya lima orang, tidak untuk semua anggota dewan,” jelasnya.

Sedangkan rencana ke luar negeri anggota dewan yang sudah direncanakan sebelumnya berbeda dengan rencana ke Finlandia dan Estonia seperti beredar di media. Rencana 55 anggota dewan sampai saat ini masih belum ada kesepakatan negara yang akan menjadi tujuan.

 “Tahun lalu batal, pada tahun ini direncanakan kembali dan sudah dianggarkan pada APBD 2020,” tambahnya.

Anggota DPRD Kalsel, H. Suripno Sumas, mengatakan, menurutnya, undangan hanya ditujukan kepada unsur pimpinan, bukan untuk semua wakil rakyat. Ia menyatakan pernyataan ketua dewan berangkat berjamaah hanya miskomunikasi.

Meski dalam program kunjungan keluar negeri tahun ini masuk anggaran, tapi beda kegiatan, seperti usulan tahun sebelumnya. Ia menegaskan, lawatan ke Eropa bulan depan tidak berjamaah.rds