Soal Pribadi Korbankan Lembaga Institusi

Ichwan Norchalik

BANJARMASIN-Tidak koperatifnya Kepala Dinas Perhubungan Ichwan Norchalik, atas undangan rapat komisi III DPRD Kota Banjar­masin, ternyata soal permasalahan pribadi, dengan Ketua komisi III Muhammaf Isnaini, dengan dendam pribadi inilah korbankan institusi.

Terbukti, Kepala Dinas Per­hubungan (Dishub) Banjarmasin Ichwan Norchalik, saat di konfirmasi media mengakui, menerima surat undangan rapat kerja, dengan Komisi III se­banyak tiga kali tersebut,

Meski menerima surat resmi dari Komisi III sebagai mitra kerja, Ichwan melalui pesan What’s Up nya, dirinya men­jawab blak-blakan, soal h­u­bungannya dengan Ketua Komisi III M Isnaini. “Jika masih dipimpin Isnaini, saya tidak akan pernah rapat kerja dengan Komisi III,” ujarnya, kepada wartawan. Senin (13/1)

Ditegaskannya, ada sejumlah alasan mengapa dirinya, enggan bertemu dengan Politisi Partai Gerindra tersebut, bahwa komisi III dinilai tidak transparan, dan melanggar prinsip akuntabilitas, ketika penyusunan hingga pene­tapan APBD 2020, dimana pihak­nya ditargetkan Rp 20 miliar, tanpa kesepakatan dengan eksekutif.

Tak hanya soal anggaran, dirinya juga merasa ada hubu­ngan kurang harmonis, dengan Ketua Komisi III tersebut, dimana setiap rapat kerja, mereka merasa selalu diserang dan dipojokkan, mungkin ini buntut waktu dia melakukan penyitaan mobil dinas, saat bertugas menjadi Kasat Pol PP dulu.

“Saya tegaskan bersama jajarannya, tidak akan pernah memenuhi undangan Komisi III DPRD Banjarmasin, saya minta mitra kerja komisi lain, bukan komisi III,”tegasnya.

M Isnaini

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin M Isnaini menyangkal keras, semua state­ment yang dilontarkan Kepala Dishub Ichwan Nor Chalik, soal tidak dilibatkannya Dishub saat pem­bahasan APBD itu, lanjut Isnaini juga tidak benar, karena antara eksekutif dan legislatif duduk bersama membahas anggaran itu.

Terkait kenaikan target PAD itu, tahun sebelumnya ditargetkan Rp 15 miliar, maska tahun 2020 ditargetkan sama, tidak ada kenaikan, semantara potensi PAD sektor parkir saja sangat besar, masalah hubungan dengan Ichwan yang terus memanas, Ketua komisi III enggan ber­komentar banyak, pihaknya sudah bertemu dengan dengan unsur pimpinan DPRD Ban­jarmasin terkait hal ini.

“Saya tidak ada masalah apa-apa dengan Ichwan. Itu pera­saanya saja. Sebagai mitra kerja wajar jika saya banyak menan­yakan kinerja suatu mitra kerja. Apalagi yang berhubungan dengan masyarakat. Itulah fungsi kami duduk menjadi Anggota Dewan,”katanya.

Selanjutnya, agar persoalan ini tidak berkepanjangan, Ketua DPRD Banjarmasin Hary Wijaya SH MH telah mengirimkan surat resmi kepada Walikota Banjar­masin untuk melakukan, rapat bersama Komisi III dan Dinas Perhubungan Banjarmasin.

“Kami sudah kirim surat memanggil Walikota Ibnu Sina, bersama jajaran Dinas Perhu­bungan. Intinya yang ingin saya tegaskan, tidak ada dinas atau instansi pemerintah kota yang sengaja tidak menghadiri rapat kerja, dengan komisi sesuai mitra kerja masing-masing,” tegasnya.­edo/rds