loader image

Pasar Tradisional Tetap Lakukan Revitalisasi

Rahman Nanang Riduan

BANJARMASIN– Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui bidang pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag), semua pasar tradisional milik pemerintah, tetap akan diprogramkan untuk melakukan revitalisasi. 

Berhubungan terkendala anggaran yang dimiliki Pemko Banjarmasin, maka pihaknya pelaksanaan  revitalisasi itu, dilaksanakan secara bertahap, selain itu pihaknya meminta bantuan dana dari pemerintah pusat.

“Dengan semaraknya pasar modern sekarang ini, tentunya pasar tradisional milik pemerintah kota, tetak kita benahi, pihaknya berjanji tetap memperjuangan revitalisasi pemeliharaan pasar tradional itu,” ujar Kepala Bidang Pasar Disprindag Kota Banjarmasin, Ichrom Muhmamad  Tezar.

Dikatakannya, anggaran dialokasikan itu diprogram untuk direvalitasi atau pemeliharaan sejumlah pasar, diantaranya Pasar Telawang, Pasar Baru dan pemeliharaan Pusat Perbelanjaan Pangeran Antasari.

Pemeliharaan paling cukup besar Pusat Perbelanjaan Pangeran Antasari, sekitar Rp 1,3 miliar, anggaran ini dialokasikan untuk perbaikan jalan dan drainase di pasar tersebut, bukan perbaikan fisik bangunan, karena pasar Sentra Antara pengelolaannya, masih menjadi tanggungjawab pihak  investor.

Secara terpisah, anggota komisi II DPRD Kota Banjarmasin Rahman Nanang Riduan mengungkapkan, apresiasinya serta dukungan terkait terus diprogramkannya, pemeliharaan dan revitalisasi pasar milik Pemko Banjarmasin tersebut.

Pemko Banjarmasin dan dewan harusnya sama-sama, meningkatkan koordinasi, kepada pemerintah pusat dalam kerangka memperjuangkan peningkatan DAK, bantuan pemerintah pusat bersumber dari DAK sangatlah dibutuhkan, karena masih banyak pasar tradisional di kota ini belum tertata dengan baik.

“Apalagi Pemko Banjarmasin sudah menrencanakan merevitalisasi Pasar Lama, Pasar Sudimampir dan Pasar Baru yang hingga kini masih belum terealisasi,”ungkapnya.

Terkait rencana itu lanjut Nanang Rudian menjelaskan, tentunya pemerintah kota tidak bisa hanya mengandalkan APBD, tanpa adanya bantuan dari pemerintah pusat atau dari pihak Pemerintah Provinsi Kalsel.

Pemerintah pusat mengucurkan DAK kepada Pemko Banjarmasin untuk merevitalisasi, pasar diantaranya Pasar Gedang, Pasar Jahri, Pasar Pekauman dan Pasar Tungging, namun nilainya relatif kecil dan hanya sekitar Rp 1 miliar.

Pasar rakyat merupakan sarana perdagangan dan titik distribusi yang strategis, dalam mengawal harga dan menjaga inflasi, bahkan bukan hanya itu pasar rakyat, merupakan sebagai perwujudan   revitalisasi sosial.

“Jelasnya melalui program pemeliharaan revitalisasi pasar ini, para pengelola dan pedagang dapat mengikuti standar operasional prosedur pelayanan dan pengelolaan pasar menuju arah yang lebih profesional,”jelasnya. edo/rds