loader image

Ibnu Merasa Kecolongan Pencemaran Oli Bekas

BANJARMASIN – Insiden ditemukannya rumah tua yang dijadikan gudang penumpukan oli bekas hingga meluber men­cemari sungai martapura diakui Walikota Banjarmasin H.Ibnu Sina sebuah kecolongan.

“ Ini seperti kecolongan, karena siapa saja tak menyangka kalau rumah itu menjadi tempat penyimpanan oli bekas, “kata Ibnu Sina di !alaikota, senin (13/1).

Ia mengaku sangat kaget dengan temuan tersebut meng­ingat lokasi atau rumah yang menjadi penumpukan oli bekas itu milik sebuah perusahaan PT. Alpha Gaya Bhakti Pertiwi (AGBP). Apalagi lokasinya berada sangat dekat dengan keramaian dan destinasi wisata sungai. “Makanya begitu ada laporan langsung saja perintahkan DLH dan mereka langsung terjun ke lapangan, “ujarnya.

Ibnu menuturkan, kini kasus tersebut akan terus dilokalisir serta ditangani oleh Subdit 4 Tipiter Ditktimsus Polda agar tidak menimbulkan dampak pencemaran lingkungan yang lebih luas. 

Sementara, Kepala Bidang Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Canyono juga mengaku baru mengetahui ada penimbunan industri oli di tempat tersebut. Dia juga mengaku tak menduga sama sekali di tengah Kota Banjarmasin ada limbah B3 yang sangat membahayakan bagi kualitas air dan udara.

“ Siapa sangka rumah yang terlihat tertutup ternyata menjadi tempat menyimpanan oli bekas,­”katanyam  Ia juga mengatakan bahwa PT AGBP ini tidak memiiliki ijin tetjadao tempat tersebut.

“Jikapun mereka punya izin, maka kami akan melakukan pembinaan dan kami juga baru tau di sini ada penimbunan oli yang sudah kadaluarsa,” tegasnya.

Wahyu menyayangkan dengan tindakan PT AGBP yang menyepelrkan timbunan oli hingga meluber ke sungai. “ Paling tidak limbahnya B3 ini yang menyebabkan pencemaran, “demikiannya. via/rds