loader image

Pencapaian Pajak Kendaraan Bermotor Melebihi Target

Kepala Bidang Pendapatan Pajak Daerah Bakeuda Kalsel, H Rustam dan Kepala UPPD Samsat Banjarmasin 1, Hj Anni Hanisyah.(edoy)

BANJARMASIN – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalimantan Selatan berhasil melebihi target pencapaian realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di tahun 2019 diatas 100 persen.

Keberhasilan tersebut dengan adanya beberapa kebijakan Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor dianggap berhasil. Semula ditargetkan hanya 98,7 persen, ternyata capaiannya 101,33 persen. Sehingga perolehan PKB dari Rp721 miliar menjadi Rp733 miliar.

Kepala Bidang Pendapatan Pajak Daerah Bakeuda Kalsel, H Rustam mengatakan, capaian PKB yang lebih dari 100 persen itu karena ada kebijakan Pemerintah Provinsi Kalsel, yang atas persetujuan Gubernur H Sahbirin Noor menerbitkan kebijakan, yakni pertama, pembebasan BBNKB dan seterusnya, kedua, perubahan tarif pajak progresif yang dikenakan hanya untuk selinder 2.000 ke atas dan ketiga, adanya keringanan bagi para wajib pajak.

Menurutnya, kebijakan pemerintah provinsi itu setelah pihaknya melakukan evaluasi dan analisis bahwa pertumbuhan ekonomi menurun hanya 3,72 persen, sehingga berimbas pada animo masyarakat untuk membayar pajak itu berkurang.

Karena beban yang tinggi untuk kebutuhan primer, itu yang lebih didahulukan masyarakat dari pada membayar pajak. Sehingga kemudian ada kebijakan untuk memberikan keringanan bagi para wajib pajak tersebut.

Kebijakan itu diberlakukan sejak tanggal 23 sampai 31 Desember 2019 kemarin, Alhamdulilah prediksi yang semula sebelum ada kebijakan ini untuk target PKB hanya 98,7 persen, tapi setelah diberlakukannya kebijakan itu di semua Samsat, utamanya di Samsat 1 dan 2 Banjarmasin, Samsat Banjarbaru serta Samsat Martapura, ternyata sangat tinggi animo wajib pajak.

 “Capaian pada 31 Desember 2019 pukul 22.00 Wita kita tutup buku, alhamdulillah capaiannya 101,33 persen, dari Rp721 miliar menjadi Rp733 miliar dan capaian ini karena ada kebijakan tersebut, alhamdulillah memberikan kontribusi hampir Rp10 miliar,” ujar Rustam didampingi Kepala UPPD Samsat Banjarmasin 1, Hj Anni Hanisyah di Banjarmasin, Selasa (7/1).

Semula, ujar H Rustam, prediksi cuma 5 persen capaian PKB targetnya memenuhi harapan 100 persen, ternyata 101,33 persen dan nominalnya sekitar Rp9 miliar lebih.

Ia pun mengapresiasi kinerja di Samsat Banjarmasin 1 dan 2, itu yang diperkirakan hanya dibawah 95 persen, ternyata di Samsat 1 capaiannya 96 persen lebih dan di Samsat 2 itu 99 persen.“Saya lihat di bidang pajak ini tidak saja pajak daerah yang ditangani, tapi juga ada retribusi daerah dan dana transfer,” jelasnya.

Sementara dari Bakeuda Kalsel, untuk 2020 ini mungkin ada penambahan fasilitas berupa Samsat Keliling (Samkel), yang ada itu branding samakan dengan yang ada, kemudian juga sangat apresiasi tempat layanan di Samsat Banjarmasin 1 ini menjadi contoh untuk Samsat se-Kalsel.

 “Jadi Samsat Banjarmasin 1 ini menjadi model contoh bagi Samsat se-Kalsel,” tambahnya. Rustam mengharapkan untuk program Galuh Samsat Bergerak, agar di koordinasikan di internal dengan para mitra kerja, apabila sudah sepakat dan sudah ada disiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) nya, maka kita langsung gerakan saja.

 “Tapi yang kita utamakan itu layanan one day service, karena itu pelayanan terpadu, ada layanan Samsat, layanan SIM danlainnya,” ujarnya.

Kepala UPPD Samsat Banjarmasin 1, Hj Anni Hanisyah mengharapkan agar dipenuhinya fasilitas untuk peningkatan layanan di Samsat, seperti penambahan Samkel, penerapan one day service dan lainnya.

Karena sudah koordinasi dengan para mitra kerja dan 2020 ini mudah-mudahan program kerja itu terlaksana, baik itu one day service, galuh samsat bergerak serta flay over bergerak.

 “Fasilitas tersebut kiranya segera dibuka dan diresmikan tahun ini, tujuannya agar optimal pelayanan guna meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.rds