loader image

Banjir, Pengusaha Jakarta Rugi Besar

RUGI BESAR – Pengusaha ritel menyebut banjir yang melanda sejumlah kawasan di Jabodetabek pada awal tahun ini telah menimbulkan kerugian besar pada mereka. Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menyebut potensi kerugian materiil yang dialami anggotanya akibat banjir tersebut mencapai sekitar Rp960 miliar. web

JAKARTA – Pengusaha di Jakarta menyatakan ban­jir yang melanda beberapa kawasan di Ja­bo­detabek pada awal tahun kemarin telah me­ru­gikan mereka.

Wakil Ketua Dewan Per­tim­ba­ngan Kadin DKI Jakarta Sarman Si­man­jo­rang mengatakan banjir telah mengganggu aktivitas bisnis, terutama di titik kawasan yang ter­dampak.

“Banjir ini mengakibatkan ak­tivitas bisnis lumpuh, karena berbagai akses lalu lintas ter­ga­ng­gu, dan pemadaman listrik un­tuk menghindari korsleting,” kata Sar­man Kamis (2/1).

Sarman menambahkan akibat gangguan tersebut secara oto­ma­tis pendapatan bisnis yang ter­henti atau terdampak banjir dapat di­pastikan menurun. Pasalnya, ban­jir bertepatan dengan pe­ra­yaan tahun baru.

Sarman mengatakan pada mo­men tersebut, biasanya pe­r­min­taan barang dari masyarakat ti­ng­gi. Biasanya, libur tahun ba­ru banyak dimanfaatkan warga un­tuk liburan ke tujuan wisata, dan pusat perbelanjaan.

“Tahun baru seperti ini, bi­a­s­anya omzet restoran, cafe, pu­sat perbelanjaan, termasuk UKM di tempat tujuan wisata juga, biasanya itu naik. Namun dengan banjir ini, praktis omzet me­nu­run,” ungkapnya.

“Belum lagi acara tahun ba­ruan kemarin, mungkin makan ber­sama keluarga di hotel, cafe, res­toran. Dengan kejadian ini, prak­tis beberapa ada yang ter­henti,” ujarnya.

Selain itu, Sarman me­ng­a­ta­kan banjir juga arus logistik yang pas­ti terganggu akibat hambatan ya­ng terjadi di ruas-ruas tol yang ter­kena banjir. Ia merasa, hal ter­sebut akan berdampak besar ter­hadap distribusi barang-barang da­ri aktivitas bisnis. “Akan lebih la­ma dalam mengirim barang-ba­rang juga,” ucapnya.

Kendati demikian, Sarman men­yatakan pihaknya belum da­pat menghitung secara pasti total ke­rugian yang mengenai bisnis-bi­s­nis selama terjadi banjir dalam be­berapa waktu terakhir ini.

“Kalau kita bicara berapa jum­lah kerugian, tentu masih sulit mem­prediksinya. yang pasti, om­zet anjlok dari yang di­ha­rap­kan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Ke­uang­an Sri Mulyani menuturkan ban­jir yang melanda sebagian be­sar Jakarta dan wilayah se­ki­tar­nya, Bogor-Depok-Tangerang-Be­kasi, menimbulkan kerugian eko­nomi cukup besar.

“Kami selalu melihat, be­n­ca­na alam seperti ini merupakan sa­lah satu yang menimbulkan ke­ru­gian besar. Ini sesuatu yang me­n­jadi pembelajaran,” ujarnya, Ka­mis (2/1).

Kendati demikian, Ani, sa­pa­an akrab Sri Mulyani, mengaku be­lum bisa memperkirakan angka ke­rugian akibat banjir awal tahun ini. Ia bilang masih memantau pe­nanggulangan yang dilakukan Ba­dan Nasional Penanggulangan Ben­cana (BNPB), pemerintah dae­rah (pemda), dan Kementerian So­sial (Kemensos).

“Kami terus memonitor dari Ke­menterian Keuangan, ba­gai­mana BNPB dari pen­a­ng­gu­la­ng­an logistiknya, Kemensos, dan pemda,” jelasnya.

Ani bilang pemerintah akan be­ru­saha meminimalisir kerugian aki­bat bencana alam. Salah sa­tunya dengan melihat tren yang ter­jadi beberapa waktu terakhir. cnn/mb06