Seluruh Direksi Garuda Dicopot

JAKARTA – Staf Kusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menuturkan, keputusan pemberhentian sementara waktu bagi beberapa anggota direksi PT Garuda Indonesia (Persero) tidak akan mengganggu operasional penerbangan. Khususnya dalam menghadapi peak season liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

Arya mengatakan, kebijakan operasional Garuda Indonesia pasca pemberhentian sejumlah direktur akan ditangani oleh manajemen yang masih ada. Kementerian BUMN berharap, mereka dapat menangani isu-isu operasional sampai struktur direksi terisi penuh kembali.

“Level di bawah BOD (Board of Directors) kan masih berjalan dengan baik, jadi diharapkan operasional Garuda akan tetap berjalan,” ujarnya ketika dihubungi Ahad (8/12).

Kebijakan operasional untuk menghadapi Nataru pun diyakini Arya akan dapat ditangani deng baik. Sebab, direksi dan staf Garuda Indonesia seharusnya sudah membuat perencanaan menghadapi liburan panjang akhir tahun yang selalu menjadi peak season tersebut sejak jauh-jauh hari.

Arya menjelaskan, isu utama saat ini adalah permasalahan teknis di lapangan saat Nataru nanti. Ia optimistis, staf Garuda Indonesia siap memberikan layanan terbaik dengan perencanaan yang matang. “Kita percaya itu sampai nantinya akan ada Plt (Pelaksana Teknis) yang nantinya mengisi mereka (direktur yang diberhentikan),” ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan memberhentikan sementara waktu bagi seluruh anggota direksi yang terlibat dalam kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Bropton dalam penerbangan ferry flight pesawat Garuda Indonesai GA9721 jenis Airbus A330-900 Neo, Ahad (17/11). Keputusan ini diambil dalam pertemuan dewan komisaris Garuda Indonesia dengan Menteri BUMN Erick Thohir pada Sabtu (7/12).

Selanjutnya, Dewan Komisaris Garuda Indonesia akan mengangkat pelaksana tugas untuk jabatan direksi yang diberhentikan. Untuk jabatan direktur utama, Dewan Komisaris sudah menetapkan Fuad Rizal sebagai pelaksana teknis di samping melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Sementara itu, PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) juga menjelaskan video viral yang menayangkan mobil Ferrari merah berada di dalam kargo pesawat tersebut. Vice President Corporate Secretary Garuda, M Ikhsan Rosan menyampaikan mobil mewah tersebut legal.

“Sehubungan dengan beredarnya informasi dan video di media sosial terkait mobil Ferrari (merah) dalam pesawat Garuda, bersama ini kami konfirmasikan bahwa mobil tersebut merupakan barang kargo yang secara legal diangkut dari Jakarta tujuan London Heathrow,” katanya dalam siaran pers Sabtu (7/12).

Ferrari tersebut dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia GA086 jenis B-777-300ER pada tanggal 9 Oktober 2018. Mobil itu adalah milik seseorang yang menggunakan jasa kargo Garuda Indonesia untuk pengiriman dari Jakarta ke London dan telah melalui prosedur kepabeanan resmi. cnn/mb06