loader image

Perkebunan Sawit Serap Tenaga Kerja 59.435 Pekerja

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalsel pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan dalam Membangun Hutan Lestari, di Banjarbaru

BANJARBARU – Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalsel menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan dalam Membangun Hutan Lestari, di Banjarbaru, Jumat (6/12).

Acara berlangsung di Ruang Rapat Idham Chalid itu dibuka Asisten Bidang Perekonomian Dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana mewakili Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.

Ketua GAPKI Cabang Kalsel, Eddy Sapta Binti mengatakan, kegiatan itu bertujuan mensinergikan pemangku kepentingan dan instansi terkait perkebunan sawit.

Tujuan lain turut membangun hutan lestari sebagai show case pembangunan kelanjutan dan lestari Provinsi Kalimantan Selatan.

“Diharapkan dalam pembangunan berkelanjutan dapat tercapai dan terintegrasi dengan sub sektor lain seperti kehutanan, peternakan dan industri lainnya,” tambah Eddy.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten Perekonomian Dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana mengatakan, saat ini sektor perkebunan memegang peranan penting dalam peningkatan pendapatan.

Peran lain penyerapan tenaga kerja, penerimaan devisa, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), penyediaan bahan baku industri, pusat pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan.

Paman Birin (sapaan akrabnya) juga mengatakan, kelapa sawit sebagai tanaman produktif memiliki peranan penting dalam menyumbang pendapatan daerah yakni penyumbang devisa nomor 2 setelah sektor tambang.

“Luas area kelapa sawit hingga saat ini mencapai 424.932 hektar, terdiri dari perusahaan besar swasta (PBS) seluas 313.643 hektar, perusahaan besar Negara seluas 6.489 hektar,” papar Hanifah mengutif sambutan Paman Birin.

Kemudian sebanyak 104.800 hektar diusahakan oleh rakyat, dengan total produksi 1.110.372 ton CPO, jumlah kelapa sawit yang ada sekitar 97 perusahaan, dengan CPO sebanyak 39 buah pabrik kelapa swati (PKS) dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 59.435 orang.

Paman Birin berharap dengan berbagai keuntungan yang didapatkan, dalam penanaman kelapa sawit dapat lebih memperhatikan segi kualitas maupun kuantitas.

“Untuk perkebunan kelapa sawit masih banyak ketentuan perundang-undangan yang harus dipenuhi dan diharapkan dapat didorong pelaksanaannya secara sinergis,” tegasnya. Berbagai ketentuan yang diharapkan antara lain penerapan ISPO untuk semua PBS/PBN, meningkatkan pembangunan industry hilir/turunan dari CPO. cin/ani