Tahun 2019 ASN di Banjarmasin Bersih Rehabilitasi

Plh Kepala BNN Kota Banjarmasin Kompol H Syamsudin SE , saat press release kegiatan BNNK selama 12 bulan Tahun 2019.(rizal)

BANJARMASIN – Para Aparatur Sipil Negara di Kota Banjarmasin patut berbangga, selama kurun waktu 12 bulan, dari bulan Januari sampai bulan Desember Tahun 2019, tidak satu pun ASN masuk rehabilitasi, akibat kecanduan narkoba dan obaya (obat – obatan berbahaya) lainnya.

Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (PLT) Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarmasin, Kompol H Syamsudin SE, sewaktu menggelar press release, dengan tema dalam rangka penyampaian hasil kegiatan yang telah dilaksanakan oleh BNN Kota Banjarmasin selama Tahun 2019.

Dikatakan Kepala BNN Kota Banjarmasin, Kompol Syamsudin SH, dari data rehabilitasi yang pihaknya rillis, untuk data rehabilitasi selama 12 bulan tercatat ada sekitar 135 orang yang menjalani rehab, datang sendiri (voluntary) ke Kantor BNN Kota Banjarmasin.

Terbanyak rehabilitasi dengan datang sendiri dari Kecamatan Banjarmasin Selatan 28 orang, urutan kedua di Kecamatan Banjarmasin Barat 22 orang, ketiga Kecamatan Banjarmasin Tengah 21 orang, ke empat Kecamatan Banjarmasin Timur 20 orang, ke enam Kecamatan Banjarmasi Utara 13 orang.

Yang dari luar kota Banjarmasin yang mengikuti rehabilitas ada sekitar 21 orang total semuanya 135 orang, pria ada sekita 131 dan wanita empat orang, dewasa 119 dan anak – anak 16 orang, “ASN di Tahun 2019 ini nihil ada yang masuk rehabilitasi,” kata Syamsudin.

Syamsudin agak kecewa, tidak adanya asismen ASN masuk rehabilitasi, tetapi pelajar menduduki peringkat tertas masuk rehabilitasi Tahun 2019 ini ada sekitar 48 asismen pelajar masuk rehab, disusul urutan kedua lain-lain asismen 47, ketiga asismen kalangan swasta 35, wiraswasta empat, dan Mahasiswa satu.

Untuk jenis penyalahgunaan narkoba dan obaya, penyalahguna sabu – sabu menduduki peringkat teratas yaitu 81, ganja kosong, ineks kosong, uruttan kedua obaya zenith 33, lem fox 11, obat daftar G enam, penyalahguna alkohol nol rehab, pengguna dextro empat.

Asismen rawat jalan di Klinik Pratama, BNN Kota Banjarmasin, target 50 orang, pencapaian ada kelonjakan diangka 120 orang, dan untuk asismen rehabilitasi rawat inap, ada sekitar 23 orang, di RSJ Sambang Lihum 17 orang, Lido Bogor 5 orang, dan di Dinas Sosial Banjarbaru satu orang.

Untuk P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat), dari data kegiatan BNN Kota Banjarmasin, dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember Tahun 2019, dipa pencegahan, melalui Advokasi (penyuluhan) kepada masyarakat dan sekolah sebanyak 60 orang.

Diseminasi (penyebaran informasi) P4GN melalui Pagelaran Seni sebanyak 250 orang, Inser Konten sebanyak 900 orang, (Pemerintah 300 orang, masyarakat 300 orang, swasta 50 orang, dan pendidikan 250 orang), media cetak sebanyak 3.500 orang.

Branding pada sarana publik 14.000 orang, placement televisi daerah atau iklan sebanyak 5000 orang, placement radio lokal sebanyak 6.500 orang, media online sebanyak 3000 orang, dan untuk dipa pemberdayaan masyarakat, Instansi Pemerintahan sebanyak 62 orang, isntansi swasta 50 orang.

Masyarakat (Lurah, RT, dan tokoh masyarakat) 50 orang, pendidikan (Guru SMP sederajat dan SMA sederajat) 50 orang, tes urine Instansi Pemerintahan  163 orang, tes urine Instansi swasta 184 orang, tes urine masyarakat 42 orang, tes urine pendidikan 105 orang.

Untuk non dipa penvcegahan dan pemberdayaan masyarakat, sosialisasi P4GN pada masyarakat 891 orang, sosialisasi pada Instansi Pemerintah 1.195 orang, sosialisasi P4GN Instansi swasta 20 orang, sosialisasi P4GN di sekolah 1.980 orang, publikasi P4GN melalui radio lokal 250 orang.

Tes urine pada masyarakat 10 orang, tes urine pada instansi swasta 154 orang, tes urine pada instansi pemerintah 230 orang, tes urine pada pendidikan 34 orang, jumlah kegiatan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dipa dan noon dipa 38.680 orang selama 12 bulan di Tahun 2019. sam/mb05