Bulog Lelang Beras Rusak

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso

JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan bahwa cadangan beras pemerintah yang turun mutu atau rusak akan dilelang sebelum beras diolah jadi produk lain.

“Mekanismenya akan dilelang. Nanti terserah yang membeli untuk dijadikan apa. Yang mau dijadikan tepung juga silahkan. Tapi lelangnya harus jadi tepung, bukan beras. Ada perjanjiannya nan,” ujar Buwas.

Buwas menyebutkan setidaknya ada 20 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang sudah dinyatakan rusak atau turun mutu. CBP ini sudah melalui pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan Badan POM dan Kementerian Pertanian.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian nomor 38 tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), disebutkan CPB harus dilakukan pembuangan apabila melampaui batas waktu simpan paling sedikit empat bulan atau berpotensi mengalami penurunan mutu.

Buwas pun memaparkan skema disposal beras CPB adalah diolah kembali menjadi tepung beras, pakan ayam, hingga jadi bahan lain yang tidak bisa dikonsumsi, seperti etanol.

Kemudian, dana yang didapat dari hasil lelang akan diterima oleh Bulog untuk dilaporkan kepada Kementerian Keuangan. Selain itu, kebijakan disposal membuat beras akan mengalami penurunan harga. Sehingga, Buwas pun mengajukan penggantian selisih harga kepada pemerintah.

“Karena ini merupakan CBP, kami mengajukan ada selisih harga dengan harga jual. Kalau kita dulu beli Rp8.000 per Kg, harganya dilelang jadi Rp3.000. Selisih Rp5.000 diganti oleh negara,” ungkap Buwas.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras kualitas medium naik tipis 0,93 persen dari Rp9.434 menjadi Rp9.522 per kilogram (kg) pada November 2019. Kenaikan dipicu oleh peningkatan harga gabah di tingkat petani dan penggilingan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan harga beras juga terjadi pada kualitas premium sekitar 0,86 persen menjadi Rp9.742 per kg. Begitu pula dengan beras kualitas rendah yang naik 0,03 persen menjadi Rp9.245 per kg.

“Kenaikan harga tidak terlalu tinggi, harga masih stabil, ini yang menyebabkan beras tidak memberi kontribusi ke inflasi,” ujar Suhariyanto di Kantor BPS.

Sementara, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani naik 1,71 persen menjadi Rp5.098 per kg pada bulan lalu. Begitu pula di penggilingan, harganya meningkat 1,64 persen menjadi Rp5.203 per kg.

Lalu, harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani meningkat 2,02 persen menjadi Rp5.619 per kg dan di tingkat penggilingan naik 1,88 persen menjadi Rp5.728 per kg. ant/mb06