Program “Saliling” Menuju Bebas Pasung Hadir Di Kotabaru

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, H Akhmad Rivai berfoto bersama Dr Tambariah dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum Banjarmasin usai Rakor di Hotel Kartika Kotabaru

KOTABARU – Program “Saliling” atau yang lebih dikenal sebutan Sambang Lihum Keliling hadir di Kotabaru. Saliling bertujuan menjemput para penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ada di Kotabaru.

“Program ini sudah ada sejak tahun 2018, tapi baru menyasar penderita ODGJ yang berdomisili di Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar,” kata Dr Tambriah dari RS Jiwa Sambang Lihum kepada wartawan, di Hotel Kartika Kotabaru, Senin (02/12).

Tambriah mengatakan bantuan Saliling ini adalah berupa penjemputan ke rumah bagi penderita ODGJ yang tidak mampu.

“Bantuannya berupa ambulan bersama tim yang menjemput seperti sopir ada security dan tenaga kesehatan juga dan setelah itu mereka akan dilakukan rawat inap di rumah sakit, hal itu hanya penjemputan rawat inap saja,” katanya.

Ia berharap kedepannya ada dana dari Dinas Kesehatan atau pun Dinas Sosial untuk pemulangannya. “Kami sementara hanya sebatas penjemputan,” ujarnya.

Tambriah berharap tahun 2020 bisa menjangkau seluruh wilayah untuk pencanangan bebas pasung. Kedepan ia berharap Dinkes Kotabaru juga menyokong program bebas pasung.

“Kalsel termasuk yang bertambah tinggi penderita ODGJ-nya, faktornya bermacam-macam, tetapi yang jelas usia produktif. Jadi ODGJ itu tidak harus disembunyikan, tidak harus dipasung dan ODGJ tidak harus tak dipedulikan,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, H Akhmad Rivai mengatakan ada 28 perwakilan Puskesmas di Kotabaru yang mengikuti pengarahan bimbingan dari Saliling dan monitoring untuk Biaya Operasional Kesehatan (BOK).

“Ada sebanyak 28 puskesmas yang mengikuti dan tujuannya agar penggunaannya tepat sasaran dan hal itu implementasi bagi kesehatan yang mana salah satunya bagi penderita ODGJ ini,” pungkas Rivai. bet/ani