Prihatin Tingginya Kasus HIV/AIDS di Kalsel

Asisten I Bidang Pemerintahan Setdaprov Kalsel, H Siswansyah saat melakukan aksi memberikan bunga, pada peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2019, di kawasan Siring Menara Pandang Banjarmasin. mb/humas provinsi

BANJARMASIN – Hari AIDS Sedunia diperingati serentak di seluruh dunia, 1 Desember 2019 termasuk di Kalimantan Selatan telah dimulai sejak 1988, tujuannya menumbuhkan kesadaran dan mengedukasi masyarakat mengenai HIV/AIDS.

Kasus penderita HIV/AIdS di Provinsi Kalimantan Selatan selama tahun 2019 masih terbilang tinggi. Komisi penanggulangan AIDS  (KPA) Kalsel mencatat secara komulatif sejak 2002 ada 2.609 kasus dan khusus tahun 2019 (April-Juni) ditemukan 202 kasus.

Menanggapi hal itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Setdaprov Kalsel, H Siswansyah mengungkapkan keprihatinannya atas tingginya kasus HIV/AIDS di Kalsel tersebut.

“Bukan angka sembarangan, angka itu terbilang tinggi, sudah seharusnya kita berbenah diri dan menyelesaikan permasalahan ini,” ucap Siswansyah pada acara peringatan Hari AIDS sedunia di Siring Menara Pandang Banjarmasin, minggu (1/12) pagi.

Ia menambahkan betapa berbahaya­nya penyakit HIV AIDS apalagi di pergaulan anak-anak muda sekarang yang rentan dengan yang namanya pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.

“Tak hanya sekedar memberikan informasi dan pengetahuan saja, kita juga harus gencar dalam mensosialisasi dan mengedukasi masyarakat terutama generasi milenial akan bahayanya penyakit menular ini,” tambahnya. Siswansyah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengucilkan si penderita penyakit HIV AIDS.

Untuk menjadi perhatian kita semua, katanya, karena banyak orang diluar sana yang tidak dapat mengakses layanan pencegahan HIV karena adanya diskri­minasi, kekerasan, bahkan penganiayaan.

Oleh karena itu, lanjutnya, masya­rakat diingatkan untuk memainkan peran penting dalam memberikan layanan penyelamatan jiwa ini kepada orang-orang yang paling membutuhkannya. Jauhi penyakitnya, bukan orangnya. end/ani