Ikan Gabus Andil Inflasi

BANJARBARU – Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel Diah Utami, pada bulan November 2019 di Kota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,17 persen.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin, antara lan; ikan gabus, daging ayam ras, ikan nila, telur ayam ras, dan bawang merah.

Diah Utami menjelaskan, inflasi di Kota Banjarmasin terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,25 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,41 persen, kelompok sandang sebesar 0,22 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan yaitu, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,08 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,65 persen. Dan, di Kota Tanjung pada bulan November 2019 juga mengalami inflasi sebesar 0,97 persen.

Inflasi di Kota Tanjung ini sebut Diah Utami, karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,15 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,28 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,36 persen, kelompok sandang sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,14 persen. “Kelompok yang mengalami penurunan adalah kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,01 persen,” ujarnya.

Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Tanjung, adalah daging ayam ras, ikan gabus, jagung manis, bawang merah, dan tomat sayur. Kepala BPS Pusat Suhariyanto mengatakan, inflasi tertinggi di Kota Manado sebesar 3,30 persen, dan terendah di Kota Malang sebesar 0,01 persen.

“Kota yang mengalami deflasi tertinggi di Tanjung Pandan sebesar 1,06 persen, dan deflasi terendah di Kota Batam sebesar 0,01 persen,” ujarnya. dio/mb06