Era 4.0 ‘Koperasi’ Hadapi Tantangan Digitalisasi

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki

TUGUMALANG – Tantangan terbesar perekonomian salah satunya ialah kemajuan teknologi. Khususnya lembaga koperasi yang dianggap sebagai saka guru ekonomi negeri yang pernah dicanangkan Mohammad Hatta agar tetap eksis.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mengungkapkan pun mempunyai perhatian tersendiri untuk itu. Tantangan yang dimaksud Teten ialah belum kuatnya koperasi meskipun sudah dijadikan sebagai saka guru perekonomian Indonesia.

“Faktanya kan koperasi belum kuat. Apalagi sekarang menghadapi persaingan dengan korporasi yang jauh lebih pesat perkembangannya,” tuturnya.

Menurutnya, perlu adanya desain ulang dalam tubuh koperasi. Desain tersebut harus diintegrasikan dengan digitalisasi. Bukan tanpoa alasan, Teten beralasan agar koperasi lebih cepat untuk melayani para anggotanya.

“Maka digitalisasi mau tidak mau harus dilakukan, namun terkendala regulasi yang belum memungkinkan. Contohnya dalam pengambilan keputusan anggota, selama ini harus ada kesepakatan bersama dulu, lalu kalau digitalisasi gimana? Ini yang masih kami rundingkan,” bebernya.

Dia mengatakan eksistensi koperasi harus didukung dengan perekonomian rakyat yang kuat. Contohnya melalui perwujudan pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sektor rill itu dinilai dapat mendongkrak eksistensi koperasi lagi jika saling dikaitkan. “Di negara-negara maju yang kuat itu basisnya adalah di sektor rill. Sementara itu kita ini belum kuat di sektor rill,” tandasnya. kump/mb06