IRT Diduga Korban Penipuan Pembuatan Akta Lapor Polisi

Korban dugaan penipuan pembuatan akta kelahiran, IRt Putri Azura (25).(ist)

BANJARMASIN – Seorang wanita berstatus Ibu Rumah Tangga (IRT), Putri Azura (25), warga Jalan Antasan Kecil Barat (AKT), RT13, Kampung Arab, Kota Banjarmasin diduga menjadi korban penipuan oleh seorang pria yang mengaku – nagku sebagai oknum Wartawan didalah satu media harian di Banjarmasin.

Hal ini mencuat saat ibu muda ini melaporkan dugaan kasus tipu gelap (penipuan) yang berkedok bisa menguruskan pembuatan akta kelahiran untuk anaknya di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Banjarmasin.

Putri pun mengatakan sewaktu di Polresta Banjarmasin, pria yang mengaku oknum wartawan salah satu harian pagi di Banjarmasin ini berinisial RZ, sempat meminta uang pelican kepadanya senilai Rp950 ribu.

Uang ratusan ribu ini nantinya digunakan untuk mengurus secara instan, pembuatan Akta, dimana akta tersebut akan digunakan putri untuk syarat untuk pengurusan BPJS.

“Kita tunggu sertipikat Akta tidak selesai, akta kelahiran ini, nantinya digunakan untuk mengurus BPJS,” kata Putri, kepada sejumlah wartawan Senin (2/12), tahun 2019.

Lanjutnya Putri perkenalannya dengan RZ yang mengaku – ngaku sebagai wartawan Harian Kalsel Pos dikenalkan oleh teman wanitanya Nana, “Nana bilang RZ bisa menguruskan cepat surat menyurat di Dukcapil.

IRT ini pun kemudian langsung betemu dengan RZ, kemudian IRT ini meminta RZ untuk menguruskan pembuatan akta kelahiran anaknya, yang mana terlapor RZ mengiyakan permintaan Putri.

Pria ini juga dengan lugasnya mengatakan kepada Putri dan memperlihatkan ID Card Wartawan Kalsel Pos, “Dia perlihatkan kartu (ID Card Wartawan kalsel Pos warna merah) tutur Putri.

Namun apa yang di yakini Putri pupus, apa yang diharapkan Putri kepada RZ dengan menyerahkan uang ke RZ, untuk pembuatan akta kelahiran, untuk anaknya bisa cepat selesai.

Putri sempat menunggu tak ada upaya RZ untuk menghubunginya, “Saya coba dial telepon dia bilang akta kelahiran belum selesai, alasannya akta masih dalam proses pembuatan,” ucap Putri.

Terakhir Putri ada kontak dengan RZ, Jumat (22/11), tahun 2019 sore, habis itu RZ tidak bisa di kontak lagi, telpon kadang aktif – kadang mati,” tutur Putri kepada wartawan.

Putri sampaikan permasalah ke Kepala Dinas Dukcapil, Kota Banjarmasin, Khairul Saleh, didampingi Wartawan, untuk melaporkan dugaan penipuan oleh RZ ini ke polisi.

Owner Kalsel Pos, Muhammad Lutfi Darlan sangat berang saat mengetahui ada orang mencatut nama Wartawan Kalsel Pos, “Kita sangat di rugikan, ulah pria berinisial RZ, mengaku- ngaku Wartawan Kalsel Pos,” kata Lutfi.

Lanjutnya M Lutfi Darlan, “Kami juga akan melaporkan balik RZ ke pihak berwajib, selama ini Wartawan Kalsel Pos tidak ada yang berulah macam – macam,” ucap M Lutfi Darlan.

Lanjut Lutfi ke wartawan saat di konfirmasi, “Ya, korban sudah kita suruh cek foto – foto wartawan kalselpos yang ada di box redaksi kalselpos.com dan menurut korban dan tidak ada yang mirip dengan pelaku.

Jadi kita tegaskan tidak ada wartawan kalselpos yang bernama RZ, ini murni pencatutan nama kalselpos, dan kita akan turut melaporkan, setelah apa yang diceritakan korban terbukti benar,” tutur M Lutfi Darlan. sam/mb05