Sidang Isbath Sebagai Keabsahan Data Pernikahan

SIDANG ISBATH – Salah seorang pasangan mengikuti sidang isbath untuk mendapatkan buku nikah

TANJUNG  – Pengadilan Agama Tanjung gelar sidang Isbath nikah terpadu bagi masyarakat Tabalong yang sebelumnya saat menikah tidak memenuhi syarat. 

Sidang ini juga dibantu oleh Kementerian Agama Tabalong dalam penerbitan buku nikah di Pendopo Bersinar Pembataan, belum lama tadi.

Digelarnya sidang Isbath ini sebagai  keabsahan data pernikahan serta data kependudukan masyarakat Kabupaten Tabalong, terutama untuk persyaratan data kependudukan bagi anak.

Acara nikah terpadu yang diselenggarakan  Pengadilan Agama Tanjung ini diikuti oleh 10 kecamatan sebagai Kepala KUA dan Operator Simkahweb (Sistem Informasi Manejemen nikah website).

Sebelumnya anak dari peserta pasangan yang mengikuti sidang Isbath tidak dapat melanjutkan ke pendidikan perguruan tinggi, karena data keabsahannya tidak ada.  Diharap setelah adanya sidang Isbath ini, data kependudukan peserta dapat disahkan oleh hukum yang berlaku.

Kepala Pengadilan Agama Tanjung,M Sa’dan, mengatakan Isbath pernikahan di pengadilan mempunyai standar. Isbath nikah itu tidak seluruhnya tetapi terbatas. Antaranya tidak boleh melanggar UU nomor 16 tahun 2019. Artinya ketika pasangan ingin menikah syaratnya harus terpenuhi.

“ Saya harapkan pasangan yang ingin menikah harus tercatat, baik di KUA dan hukum, karena jika tidak tercatat akibatnya akan terlihat nanti. Tidak hanya kepada pasangan tetapi juga berdampak kepada anak misalnya untuk mendaftar sekolah,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Tabalong, Suryanadie, mengatakan pasangan yang selama ini tidak resmi menikah secara agama dan negara susah mendapatkan akta kelahiran anak, dan membuat Kartu Keluarga.

Dengan adanya sidang Isbath nikah terpadu ini mensahkan perkawinan. “ Kalau sudah sah otomatis kami dari Dinas Dukcapil akan mudah memproses dokumen yang bersangkutan,” jelas Suryanadie usai acara sidang Isbath.

Terpisah, Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani mengungkapkan masih ada masyarakat Tabalong yang perlu diberikan legitimasi perkawinan melalui kegiatan sidang Isbath nikah terpadu. 

“Mereka yang mengikuti sidang isbath langsung diberikan buku nikah serta akta kelahiran anaknya, sehingga mereka sudah sah pernikahannya, baik secara agama maupun negara. Saya berharap kegiatan ini akan terus berlanjut,” pinta Bupati Tabalong. ain.