loader image

Komisi II Studi Komparasi ke Jatim

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan studi komparasi ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur tentang sistem perizinan satu pintu setempat.

Kunjungan kerja ke Jatim, 20 – 22 November 2019 untuk studi komparasi tentang sistem perizinan satu pintu tersebut, Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel menyertakan pejabat dari instansi terkait provinsi setempat.

” Kita mempelajari penerapan sistem dalam jaringan (daring) atau ‘online’ dalam pelaksanaan sistem perizinan satu pintu,kita perlu studi komparasi tentang sistem perizinan satu pintu ke Pemprov Jawa Timur,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kalsel Imam Suprastowo,saat dihubungi di Banjarmasin. Jumat (22/11).

Imam berkeyakinan, dengan sistem perizinan satu pintu melalui online akan lebih memberi daya tarik investor untuk berinvestasi di provinsinya.Pasalnya, dengan sistem perizinan satu pintu melalui online tersebut investor tidak terlalu repot lagi mengurusi izin untuk usaha atau bisnis mereka.

“Kita sertai pemberian kemudahan-kemudahan lain serta adanya jaminan kepastian hukum dalam berusaha, saya optimistis investor akan mau menanamkan modal mereka untuk bersama-sama membangun daerah dan masyarakat Kalsel,” jelasnya.

Ia berharap, dari hasil studi komparasi tentang sistem perizinan satu pintu di Jatim akan lebih meningkatkan pelayanan kepada investor yang ingin menanamkan modalnya.

Sementara sumber daya alam (SDA) Kalsel yang potensial dan tidak akan habis-habisnya atau selalu bisa terbarukan yaitu bidang pertanian yang dapat memberi peluang untuk agribisnis dan agroindustri.

Selain itu, investasi bidang jasa, perdagangan serta usaha industri lainnya, sedangkan SDA pertambangan terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk pengembangan atau peningkatan.rds