Kajati Sidak Kesiapan Kejari Banjarbaru Menuju WBK

PERSIAPAN – Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel Arie Ariffin SH MH, bersama Kajari Banjarbaru Silvia Desty Rosalina melihat langsung persiapan Kejaksaan Negeri Banjarbaru mengoperasikan Case Management System (CMS). mb/ist

BANJARBARU – Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel Arie Ariffin, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Selasa (19/11).

Sidak yang dilakukan terkait persiapan Kejari Banjarbaru untuk kedatangan tim dari Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi dan tim Kejaksaan Agung.

Menurut Kajati Kalsel Arie Arifin SH MH, bahwa sidak yang ia lakukan dalam rangka persiapan Wilayah Bebas Korupsi (WBK), karena untuk kalsel ada tiga Kejaksaan yang menjadi nominasi.

“Sidak yang kita lakukan dalam rangka upaya menuju WBK, karena di Kalsel ini ada tiga yang jadi nominasi, yakni Kejati Kalsel, Kejari Banjarbaru dan Kejari HSS,”ucap Arie.

Lanjut orang nomor satu dilingkungan Kejati Kalsel ini, bahwa dalam rangka WBK ada tim dari Kemenpan RB dan Kejagung yang akan memberikan penilaian secara langsung.

“Penilaian yang dimaksud adalah kejaksaan di daerah ini harus menjadi Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Brirokasi Melayani (WBK/WBBM),”kata Arie.

Salah satu yang harus dipersiapkan oleh pihak Kejari yang menjadi nominasi adalah adanya ruang SIMKARI yakni Sistem Informasi Kejaksaan Republik Indonesia.

Yang mana dalam ruangan itu adanya sistem online iantaranya Case Management System (CMS) yang dimiliki Kejaksaan Negeri Banjarbaru sudah bisa beroperasi penuh.

“Tujuannya semua perkara yang ada di Banjarbaru dapat diakses melalui CMS oleh pihak Kejaksaan Agung maupun Kejaksaan Tinggi, sehingga memudahkan untuk dilakukan pengontrolan  perkara, dan saat ini yang diutamakan masalah perkara pidana umum,­’’papar Arie.

“Melalui CMS dapat diikuiti proses penangganan perkara mulai pelimpahan dari penyidik sampai kepada persidiangan di Pengadilan setempat sampai dengan eksekusi perkara,”jelas Arie Arifin SH MH.

Sementara itu Kajari Banjarbaru Silvia Desti Rosalina melalui Kasi Pidum Budi Mukhlis menambahkan bukan CMS yang berbasis online yang sudah dioperasikan, namun sudah ada pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan berbasis online.

“Kita juga telah menerapkan sistem tilang online dan bezuk online, yang diberi nama aplikasi Nanang Si Bungas,”kata Budi Muchlis.

Warga tidak perlu datang ke kantor kejaksaan cukup melalu telpon pintar dengan mengakses aplikasi nya lewat  play store,’ kemudian mengisi data diri.

Sebelum menuju Banjarbaru Kepala Kejaksaan Tingg menyempatkan diri mampir di Kejaksaan Negeri Banjarmasin yang diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin Taufik Satia Diputra dan seluruh Kasi.ris