Dekranasda latih anggota KNPI dan BRG menjadi pengusaha perajin

PELATIHAN – Para pemuda dari KNPI dan BRG mengikuti pelatihan kewirausahaan dibidang kerajinan yang diselenggarakan Dekranasda HSU di amuntai.{{antara}}

AMUNTAI – Dewan kerajinan nasional daerah (Dekranasda) Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan menyelenggarakan pelatihan kerajinan bagi anggota Organisasi Kepemudaan KNPI dan badan restorasi gambut (BRG) agar menjadi perajin sekaligus wirausaha di bidang kerajinan.

Pelatihan diselenggarakan selama enam hari 12 -17 Nopember di Galeri Kembang Ilung Desa Banyu Hirang Kecamatan Amuntai Selatan.

Sekretaris Dekranasda Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Muhammad Yani di Amuntai Jum’at mengatakan, pelatihan untuk meningkatkan keberadaan perajin khususnya dari kalangan generasi muda agar tumbuh menjadi perajin sekaligus wirausahawan yang bergerak disektor UMKM.

“Kita libatkan generasi muda dari organisasi kepemudaan agar mereka bisa berperan meningkatkan kualitas kerajinan didaerah HSU,” ujar Yani.

Sementara, Insttuktur pelatihan Supian Noor mengakui jika pelatihan kerajinan yang dilaksanakan Dekranasda kali ini berbeda dengan pelatihan lainnya.

“Biasanya pelatihan dilaksanakan bagi para perajin desa, kali ini diselenggarakan bagi anggota organisasi pemuda dari KNPI dan BRG untuk diarahkan jadi wirausaha baru,” ujar Supian Noor.

Supian mengatakan, bahwa untuk tahap awal kepada peserta diberikan tehnik dasar kerajinan terlebih dahulu. Peserta yang berjumlah 20 orang berasal dari desa-desa yang memiliki potensi kawasan rawa yang luas sehingga tersedia tersedia banyak bahan baku eceng gondok.

Salah seorang peserta Lisa Ariyanti mengaku sudah pernah melakoni aktivitas kerajinan didesanya Murung Panggang, namun produk yang dihasilkan masih setengah jadi.

Pemasarannya juga masih ditentukan tengkulak atau pengepul dengan harga jual dibawah standar.”Saya berharap bisa meningkatkan kualitas dari segi desain dan motif agar produk perajin di desa kami bisa dipasarkan melalui KUB Kembang Ilung ke luar daerah bahkan keluar negeri,” katanya.

Peserta Bagi Lisa, aktivitas kerajinan sudah dilakukan turun temurun sebagai usaha sampingan, namun produk kerajinan yang dihasilkan seperi tikar, topi dan sebagainya hanya untuk kebutuhan rumah tangga dan petani.

Ia berharap, mampu meningkatkan taraf hidup perajin didesanya dengan menularkan ilmu dan keterampilan yang didapat melalui pelatihan yang diselenggarakan Dekranasda  kali ini.{{an/mb03}}