Berkendara Sambil Dengar Musik Bantu Cegah Penyakit Jantung

Foto ilustrasi: Thinkstock

Tanpa kita sadari, stres dan ketegangan bisa bersumber dari mana saja. Ternyata, hal ini dapat berpengaruh pada kesehatan. Sebuah penelitian menunjukkan, sering mengalami stres psikologis dapat menjadi faktor risiko pada kesehatan yang signifikan.

Penyakit jantung atau kardiovaskular menjadi salah satu dampaknya dan mempengaruhi hampir setengah dari warga Amerika Serikat dengan usia 20 tahun ke atas. Salah satu sumber stres yang sering terjadi adalah mengemudi, baik karena lalu lintas yang padat ataupun kecemasan yang biasa dialami oleh orang yang kurang berpengalaman.

Namun, ada cara sederhana yang bisa membantu untuk men­ce­gah­nya terjadi, salah sa­tunya dengan men­de­ngar­kan musik.

Mengemudi sambil mendengarkan lagu yang santai ternyata dapat membantu untuk me­ng­hi­lang­kan stres dan juga melindungi ke­sehatan jantung.

“Kami menemukan fakta bahwa tekanan jantung seseorang akan berkurang dengan mendengarkan musik saat mengemudi,” ujar kepala penelitian, Prof Vitor Engrácia Valenti.

Dikutip dari Medical News Today, para peneliti membuktikannya melalui penelitian yang melibatkan lima sukarelawan yang tidak biasa berkendara.

Mereka diminta untuk berkendara selama 20 menit dengan rute 3 kilometer di jam sibuk, dengan dua keadaan yang berbeda. Pertama tanpa musik dan percobaan satunya dengan mendengarkan musik instrumental.

Para sukarelawan diminta untuk berkendara dan memakai monitor detak jantung yang mampu merekam variabilitas detak jantung. Dalam hal ini, aktivitas dua sistem utama yaitu sistem saraf simpatis dan parasimpatis dapat mempengaruhi detak jantung. Saraf simpatik bertugas untuk mengatur reaksi tubuh saat situasi stres dan cemas. Sementara parasimpatis, bertanggung jawab untuk proses ‘istirahat dan pencernaan’.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa keadaan mengemudi tanpa musik menimbulkan kondisi stres dan memiliki variabilitas detak jantung yang tinggi. Sementara yang mendengarkan musik lebih tenang dan detak jantungnya tetap stabil.

“Ini menunjukkan, bahwa mendengarkan musik yang santai saat berkendara bahkan terjebak macet, menjadi cara mudah untuk mencegah stres meningkat.

Selain itu, detak jantung lebih bekerja dengan stabil, sehingga dapat jauh dari kemungkinan penyakit kardiovaskular,” jelasnya.

Tapi ingat ya, volumenya jangan terlalu keras. Demi keamanan saat berkendara, seorang pengemudi harus tetap bisa mendengar klakson dan bunyi-bunyi lain di sekitarnya.

Pastikan juga musiknya tidak mengganggu fokus berkendara. Jangan sampai karena keasyikan mendengarkan musik, rambu-rambu di jalan malah tidak terbaca dengan baik.dtc/ron