Garuda-Sriwijaya Pecah Kongsi Lagi

JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) kembali memutuskan kerja sama dengan Sriwijaya Air Group. Perusahaan pelat merah tersebut mengungkap ‘bercerai’ kembali karena beberapa hal yang belum diselesaikan.

“Sriwijaya tidak lagi menjadi anggota Grup Garuda Indonesia. Hubungan Garuda dan Sriwijaya akan dilanjutkan menjadi bisnis ke bisnis,” ujar Direktur Pemeliharaan dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto dalam keterangan resmi, Kamis (7/11).

Sebagai informasi, hubungan kedua maskapai baru saja rujuk awal Oktober lalu. Saat itu, Garuda termasuk Citilink dan GMF Aeroasia memutuskan melanjutkan Kerja Sama Manajemen (KSM) dengan Sriwijaya Air.

Keputusan itu dicetuskan saat konferensi pers Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo, Perwakilan Pemegang Saham Sriwijaya Air Jefferson, dan Direktur Utama GMF Aeroasia Tazar kurniawan.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengaku akan memanggil kedua belah pihak terkait kerja sama operasi yang kembali terputusitu. Sebab hal tersebut berpotensi merugikan penumpang. “Ya saya akan panggil mereka (Garuda Indonesia dan Sriwijaya),” katanya di Hotel Redtop, Jakarta, Kamis (7/11).

Dalam pertemuan itu, dia mengaku akan mencari jalan keluar atas persoalan yang terjadi di antara kedua belah pihak. Budi Karya pun berharap kerja sama dua maskapai penerbangan nasional itu tidak terputus.

Dia mengakui saat ini terdapat beberapa penerbangan Sriwijaya Air dibatalkan. Hal itu juga merupakan dampak dari PT Gapura Angkasa yang menghentikan jasa kebandarudaraan bagi maskapai di bawah Sriwijaya Group.

Sementara itu, Gapura Angkasa juga menghentikan layanan kebandarudaraan seperti ground handling dan penunjang penerbangan ke maskapai Sriwijaya Air dan Nam Air terhitung mulai Rabu (6/11). Alasannya, Sriwijaya Air dan Nam Air belum memenuhi kewajibannya kepada Gapura Angkasa.

“Dihentikan per hari ini,” kata GM Gapura Angkasa Cabang Makassar, Agung Hardika sat dikonfirmasi kumparan, Rabu. Karena layanan dihentikan, Sriwijaya Air Group harus melayani sendiri proses ground handling seperti layanan check in dan aktivitas lainnya di bandara. cnn/mb06