Tapping Box Minimanisir Kebocoaran PAD

Ketua komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini memberikan penjelasan pers kepada wartawan. Usai rapat kerja dengan beberapa dinas. kamis (7/11).

BANJARMASIN – Pemasangan tapping box yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, terhadap lokasi peparkiran di Duta Mall dan RSUD Ulin, upaya untuk mencegahan terjadinya kebocoran Pendapatan Asli Daerah, disektor retribusi dan pajak parkir.

Menurut ketua komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini, pemasangan Tapping Box  itu, dinilai anggota legislatif sebuah langkah yang tepat untuk meminimalisir, kemungkinan besar terjadinya kebocoran PAD, apaalagi retribusi dan pajak parkir, merupakan salah satu sektor PAD terbesar di kota seribu sungai ini.

Potensi retribusi dan pajak parkir di kota itu sangat besar, tapi pihaknya rasa saat ini, belum terkelola dengan baik, namun dengan adanya pemasangan Tapping Box itu, nantinya dapat dikelola dengan maksimal.

Dengan dipasangnya Tapping Box di DM dan RSUD Ulin, dewan sangat berharap tempat-tempat lain yang memiliki potensi retribusi, seperti hotel, tempat hiburan dan restoran, juga menerapkan hal yang sama, guna memaksimalkan dan meningkatkan PAD Banjarmasin.

“Jadi kalau Tapping Box ini dipasang, pengelolaan parkir akan lebih transparan dan dapat meminimalisir kebocoran,” ujar politikus Gerindra kepada wartawan. Kamsi (7/11)

Sementara itu, Kadishub Banjarmasin Ichwan Noor Khaliq menegaskan, sebelum pemasangan Tapping Box di DM Banjarmasin, memang ada kenaikan angka retribusi parkir yang signifikan. Semula hanya berkisar antara Rp 200-250 juta per bulan, dalam bulan Maret-Juli 2019 angkanya meningkat menjadi Rp 300-500 juta per bulan.

“Dengan pemasangan Tapping Box, kemungkinan adanya kebocoran di bulan selanjutnya dapat diminimalisir,. kami belum bisa memastikan apa ada kebocoran di DM itu, karena harus dilakukan kajian terlebih dulu, paling tidak tiga bulan baru bisa dilihat hasilnya,” tegasnya.edo