Saksi Tidak Pernah Beri Uang ke Terdakwa

SAKSI – Tiga saksi disumpah pada Sidang kasus dugaan gratifikasi dengan terdakwa Hendra Jayadi mantan Kepala Desa Barokah Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu. mb/risma

BANJARMASIN – Sidang kasus dugaan gratifikasi yang menyeret mantan Kades Desa Barokah Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu kembali digelar di Pengadilan Tipikor Ban­jarmasin, Kamis (7/11).

Agenda sidang men­dengarkan keterangan saksi yang mana ada tiga saksi yang dihadirkan JPU Harisha. Dua dari tiga saksi adalah pemilik lahan atas nama Bowo dan H Ruslan, dari keterangan kedua saksi bahwa mereka tidak pernah memberikan uang kepada terdakwa.

Usai sidang diungkap Ombun Suryono Sidauruk SH selaku penasehat hukum terdakwa, sudah sembilan saksi yang dihadirkan dipersidangan dan semua saksi tidak ada mengatakan mem­berikan uang kepada terdakwa.

“Sudah sembilan saksi yang hadir dan mereka mengatakan tidak pernah memberikan uang kepada terdakwa sebagaimana yang dimaksud gratifikasi,”ungkap Ombun.

Ombun meminta kepada majelis hakim agar JPU bisa menghadirkan saksi pelapor dan saksi ahli yang dihadirkan pada sidang pra peradilan.

“Yang namanya gratifikasi itu harus jelas, ada pemberi dan penerima, kalau cuma penerima saja ini sudah ada ketimpangan, dan saksi yang dihadirkan pun tidak ada selaku pemberi, maka dari itu untuk lebih terang benderang kami meminta agar majelis hakim memerintahkan JPU untuk dapat menghadirkan saksi pelapor dan ahli,”jelas Ombun. “Selain itu, kami juga mengajukan penangguhan penahanan,” tambah Ombun Suryono Sidauruk SH.

Menurut JPU yang juga Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu Harisha Cahyo terdakwa terlibat penerimaan hadiah atau gratifikasi, penjualan lahan yang ada di desanya.

Gratifikasi  berasal adanya lahan di desa Barokah Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu yang masih menjadi sengketa, oleh terdakwa

Hendra Jayadi mantan Kepala Desa Barokah dinyatakan tidak masalah, maka sipembeli lahan ke­mudian setelah terjadi jual beli memberi tip atau gratfikasi kepada terdakwa.

Menurut dakwaan JPU, mendakwa terdakwa telah menerima gratifikasi sebesar Rp220 Juta. JPU mematok pasal 11 dan 12 UURI No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditmbah pada UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.ris