loader image

Balai Bahasa Provinsi Kalsel dan Disdik Tapin Gelar Diskusi Terpumpun

BALAI BAHASA – Kadisdik Tapin Hj Ahlul Jannah saat menyerahkan tanda kenang-kenangan kepada narasumber yang diterima Imam Budi Utomo dari Balai Bahasa Provinsi Kalsel. mb/herman

RANTAU,- Kepala Dinas Pendidikan Kab.Tapin Hj Ahlul Jannah MAP membuka secara resmi kegiatan diskusi kelompok terpumpun yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Kalimantan Selatan, bertempat di Aula Disdik Tapin baru-baru tadi.

Acara dihadiri 30 orang Kepala Sekolah dari beberapa SD, SMP, SMA dan SMK dengan narasumber kepala balai bahasa provinsi Kalsel Imam Budi Utomo Balai Besar Bahasa Provinsi Kalsel dan beberapa wartawan dan media cetak dan elektronik di Kab.Tapin

Kepala Balai Bahasa Kalimantan Selatan Imam Budi Utomo mengatakan, dengan perkembangan zaman pen­g­gu­naan bahasa Indonesia diruang Publik sangat diperlukan, tidak hanya media masa yang harus menggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Termasuk juga sekolah-sekolah harus dapat me­mar­ta­batkan bahasa negara dengan  menyampaikan informasi terkait dengan substansi, bahasa yang digunakan juga harus teratur, benar, dan baku sesuai kaidah tata bahasa.”Hal itu sesuai Undang-Undang No. 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negera serta Lagu Kebangsaan.” Kata Imam Utomo

Seperti yang diutarakan Imam Budi Utomo, pihaknya telah melakukan penelitian guna mengkaji pemakaian bahasa masih belum dilaksanakan secara maksimal, bahkan di beberapa media massa, kita mendapati beberapa aspek kesalahan dalam berita-berita yang diterbitkan media massa seperti kaidah ejaan, pem­ben­tukan kata, pilihan kata, pe­nyusunan kalimat dan lain sebagainya.

“Lewat diskusi ini setidaknya kita dapat men­so­sia­lisasikan bahwa bahasa indonesia wajib digunakan saat berada ditempat-tempat umum agar kita semakin fasih dan tau kesalahan-kesalahan kita dalam penggunaan bahasa,” tambah Budi Utomo.

Kemampuan para guru, tentunya harus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi ke depannya sehingga tidak hanya tulisan yang mudah dipahami dan masyarakat bisa mengikuti semua kaidah dalam peng­gu­naan bahasa Indonesia secara benar.

Sementara itu Kadisdik Tapin Hj Ahlul Jannah dalam sambutannya menyambut baik terlaksananya diskusi kelompok terpumpun yang terfokus tentang pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar saat berada diruang publik.

Seperti yang diungkapkan Hj Ahlul Jannah, dalam dunia pendidikan juga sangat perlu melaksanakan pemakaian bahasa Indonesia secara baik dan benar, teutama satuan pendidikan dan sekolah-sekolah, maupun Dinas Pendidikan agar berusaha menggunakan bahasa Indonesia saat diruang publik.

Karena itu kenapa dalam diskusi kita undang para kepala sekolah, karena kita ingin agar ketiga guru mengajar harus menggunakan kaedah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kemudian sekolah bisa menerapan Action Aplication dari pada pemakaian bahasa Indonesia, yang bisa dimulai pada hari-hari tertentu.

Dan sekolah bisa mencanangkan hari apa mereka wajib menggunakan bahasa In­do­nesia, sehingg dari satu hari berbahasa Indonesia itu nantinya bisa berlanjut kehari-hari berikutnya sampai setiap hari jam sekolah bisa meng­gu­nakan bahasa Indonesia.

“Dengan cara itu sehingga pemakaian bahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat terlaksana,” papar Hj Ahlul Jannah.her/mb03