loader image

Masjid Outdoor “El Rusydi” SMKN 3 Jadi Contoh

Ketua Dewan Penyantun Masjid Outdoor El Rusydi, H Gusti (P) Rusdi Effendi AR berfoto bersama pengelola masjid outdoor El Rusydi SMKN 3 Banjarmasin

BANJARMASIN – Ketua De­wan Penyantun Masjid Outdoor ‘El Rusydi’ SMKN 3 Banjar­masin, H Gusti (P) Rusdi Effendi AR menyatakan, masjid outdoor di SMKN 3 Banjarmasin akan menjadi percontohan di sekolah-sekolah yang ada di Kalsel.

“Kita sudah sepakat bahwa Masjid Outdoor El Rusydi yang merupakan satu-satunya di Kalsel menjadi percontohan pem­bangunan masjid outdoor di sekolah yang ada di Kalsel,” ujarnya di Banjarmasin, kemarin.

Pernyataan H Gusti (P) Rusdi Effendi AR yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kalsel itu disampaikan saat menerima audensi pengelola Masjid outdoor El Rusydi SMKN 3 Banjarmasin.

Audensi Pengelola masjid outdoor tersebut dipimpin Ketua Badan Pengelola, Drs H Ahmad Rizqon, MPdI dan sejumlah pengurus lainnya untuk mel­a­porkan perkembangan masjid yang diresmikan bulan Juli 2019 lalu tersebut.

Rusdi Effendi AR yang juga dikenal sebagai Ketua Baznas Provinsi Kalimantan Selatan itu menyatakan mendukung sepe­nuhnya pengembangan masjid outdoor di SMKN 3 Banjarmasin yang merupakan gagasannya itu.

“Kita akan memikirkan perkembangan pembangunan masjid secara bertahap bagaimana agar jemaah shalat Jumat nantinya nyaman melaksanakan shalat,” katanya.

Sebagai masjid outdoor percontohan, kata Rusdi, tentu akan mendukung agar masjid terus berkembang dan jemaah semakin banyak yang berasal dari luar sekolah atau lingkungan masjid tersebut.

Ketua Badan Pengelola Masjid El Rusydi, Ahmad Rizqon melaporkan, masjid El Rusydi kini sudah memiliki sound system sendiri, air bersih sendiri dan telah membangun tenda sebanyak enam buah untuk kebutuhan jemaah.

Jumlah jemaah masjid untuk melaksanakan shalat Jumat, kata Rizqon, selain pelajar SMKN 3 Banjarmasin dan dewan guru, juga mengajak jemaah lainnya yang berada di lingkungan sekolah atau masjid.

Untuk sementara ini, kata Rizqon, jemaah hanya putra, tetapi apabila ketersediaan tenda mencukupi, maka tidak menutup kemungkinan para wanita ikut melaksanakan shalat Jumat. ani