loader image

Impor September Naik 0,63 Persen

Ilustrasi.

JAKARTA – Nilai impor Indonesia pada September 2019 mencapai 14,25 miliar dolar AS. Nilai tersebut naik 0,63 persen dibandingkan Agustus 2019 (month-to-month) dari 14,16 miliar dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, kenaikan ini disebabkan pertumbuhan impor non migas yang mencapai 1,02 persen. Karena ada kenaikan volume sembilan persen,” ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (15/10).

Meski impor secara keseluruhan naik, impor untuk bahan baku/penolong mengalami kontraksi hingga 0,70 persen (mtm) atau 72,7 juta dolar AS. Nilainya pada September 2019 adalah 10,25 miliar dolar AS, sedangkan bulan sebelumnya mencapai 10,33 miliar dolar AS.

Penurunan terbesar terjadi pada komoditas cane raw sugar. Nilainya pada September 2019 adalah 72,3 juta dolar AS yang turun 79,5 juta dolar AS. “Negaraasalnya, Thailand,” tutur Suhariyanto.

Penurunan terbesar kedua dialami steel rail dengan nilai 1,1 juta dolar AS, turun 36,1 juta dolar AS. Indonesia biasa mengimpornya dari Jerman dan Cina. Komoditas refined cooper juga menghadapi kontraksi hingga 31,4 juta dolar AS menjadi 35,9 juta dolar AS pada September 2019.

Prime steel billets juga tercatat sebagai komoditas bahan baku/ penolong yang menghadapi kontraksi 27,2 juta dolar AS menjadi 16,7 juta dolar AS. Negara asalnya adalah Oman. Terakhir, komoditas parts of aeroplanes/ helicopter yang turun 27,1 juta dolar AS menjadi 20,5 juta dolar AS. “Negara asalnya adalah Amerika,” ucap Suhariyanto.

Kontras dengan bahan baku/ penolong, golongan barang modal justru mengalami pertumbuhan signifikan. Pada September 2019, nilai impornya mencapai 2,59 miliar dolar AS, naik 4,8 persen atau 118,9 juta dolar AS dibandingkan Agustus 2019. rep/mb06