Kabinet Guru Khalil Kembali Bergeser

MARTAPURA – Pejabat eselon II di Pemkab Banjar kembali mengalami pergeseran. Dalam pelantikan pejabat eselon II dan III, yang langsung dipimpin Bupati Banjar H.Khalilurrahman di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Jumat (11/10/2019).

Sekwan DPRD Banjar, Ibrahim Intan, yang beberapa tahun jadi sekwan, harus masuk kotak menjadi Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan.

Jabatan staf ahli ini memang kosong pasca meninggalnya AH Fachrie beberapa waktu lalu. Posisi sekwan yang baru dipegang oleh Zainuddin SSos yang sebelumnya Asisten I Bidang Pemerintahan. Namun, belum diketahui siapa yang bakal mengisi kursi Asisten I Bidang Pemerintahan. 

Diperkirakan, didudukkannya Zainuddin di posisi sekwan untuk mengawal penggunaan anggaran di DPRD Banjar yang rawan bermasalah, menyusul adanya kasus kunker fiktif dan perjokian hampir seluruh anggota DPRD Banjar periode sebelumnya, yang kasusnya masih mandeg di Kejaksaan Negeri Banjar. Padahal, aparat hukum sempat mengklaim, dugaan kerugian negara dari kasus itu lebih dari Rp1 miliar.

Sementara itu, dalam pelantikan, Bupati Banjar menyampaikan, pejabat harus memiliki pengetahuan/kemampuan, Keterampilan, dan loyalitas untuk melaksanakan tugas dan fungsi dengan baik.

“Kedua, kembali saya sampaikan bahwa, pelantikan dan pengambilan sumpah pada hari ini, merupakan bagian dari dinamika proses penyegaran, dan merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Pelantikan ini salah satu upaya menciptakan aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, kapabel, professional, dan berkinerja tinggi,” tukas Guru Khalil.

“Saya mengajak dan mengingatkan kepada kita semua, bahwa pekerjaan dan pengabdian kita, menuntut  kita semua, untuk bersama sama bahu membahu, bekerja keras, dan ikhlas dengan penuh integritas, untuk mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Banjar yaitu, mewujudkan masyarakat Kabupaten Banjar yang sejahtera dan barokah,” tambanya.

Ia berpesan, segera setelah pelantikan ini para pejabat yang baru dilantik untuk memposisikan diri pada jabatan baru, dengan berkoordinasi dan berkonsultasi, serta konsolidasi kepada pimpinan dan bawahan serta rekan pada tempat baru.

Pelajari tugas, fungsi dan target kinerja yang menjadi tanggungjawabnya. “Tingkatkan kompetensi serta laksanakan tugas dan fungsi sesuai ketentuan yang berlaku sehingga terhindar dari permasalahan,” tutupnya.adi