Ponselnya tak Lagi Diproduksi

JAKARTA – Blackberry memang tak lagi merajai pasar ponsel pintar. Na­mun, perusahaan itu kini justru ber­transisi menjadi produsen pe­ra­ngkat lunak seutuhnya.

CEO Blackberry, John Chen, menguraikan langkah yang telah di­ambil perusahaan selama 12 bulan terakhir dalam mendorong adopsi Internet of Things (IoT) dan perangkat keamanan. Memang, sejak berhenti memproduksi perangkat keras pada 2015, Blackberry fokus menggarap pasar perangkat lunak, bermitra dengan platform keamanan Spark untuk melindungi pe­rangkat IoT.

Menurutnya, Blackberry telah menghubungkan 500 juta titik akhir di seluruh dunia. “Itu sebenarnya angka yang kecil untuk BlackBerry jika dibandingkan jumlah perangkat yang ada di luar sana,” jelas Chen, dikutip dari TechRadar.

Bos Blackberry menjabarkan visi perusahaan untuk men­yediakan infrastruktur keamanan titik akhir, dari komunikasi, plat­form, hingga manajemen otentikasi.

“Kini kami menjalankan layanan di setiap bagian, tapi kami tetap memprioritaskan untuk mengamankan semua pengguna aplikasi IoT,” tambahnya.

Blackberry telah menekuni lini itu setelah mengakuisisi pe­ru­sahaan keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang me­nghabiskan biaya US$1,4 miliar. rep/mb06