Komisi III akan Panggil Dinas LH

Muhammad Isnaini

BANJARMASIN– Jajaran komisi III DPRD Kota Banjarmasin seperti tidak mau ketinggalan untuk melakukan pengawasan dan langsung melakukan pemanggilan, terhadap Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kota Banjarmasin untuk meminta penjelasan.

Sehubungan terjadinya ribuan bangkai ikan bawal yang sudah mati dibuang ke sungai Martapura oleh pemilik jaring apung kawasan Banua Anyar Banjarmasin Timur, akibatnya kondisi air sungai Martapura tercemar.

Harus disikapi kejadian ribuan bangkai ikan mati yang dibuang ke sungai Martapura tersebut. “Komisi III akan memanggil para pimpinan dinas terkait untuk meminta penjelasan,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini, saat dihubungi lewat telpon selulernya, Rabu (9/10).

Dikatakannya, untuk pemanggilan para pimpinan kedua dinas tersebut, pihaknya menjadwalkan pada Jumat (11/10) depan, pertanyaan tentunya sekitar kejadian kematian ribuan ikan petambak itu, selain itu mengapa terjadi petambak ikan membuang bangkai ikan ke sungai, sehingga kondisi air Sungai Martapura tercemar.

Selanjutnya, bagaimana tindakan dinas terkait untuk menyikapi kejadian tersebut, apakah selama dinas terkait tidak ada pembinaan, terhadap petambak di kawasan Banua Anyar tersebut, sehingga para pemiliknya membuang bangkai ikan yang mati itu ke sungai.

“Kalau semua terungkap atau kurang maksimalnya pembinaan, terhadap para petambak ikan tentunya perlu kita pertanyakan, artinya sejauh ini bagaimana program yang dilaksanakan oleh dinas tersebut,” katanya.

Ditegaskannya, kalau kematian ribuan ikan akibat alam dan ditenggarai karena tingginya kadar garam, diakibatnya intrusi air laut yang mengalir ke sunhai Martapura, tentunya pihaknya bisa memaklumi, tetapi yang menjadi permasalahan atas kematian ikan, bangkai ikan dibuang ke sungai dan ini apalah disengaja atau tidak.

“Seharusnya ikan-ikan itu dikuburkan, bukan justru dibuang ke sungai, sungai ini kan dipakai masyarakat yang hidup dipinggir sungai untuk kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.

Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjarmasin H Mukhyar sangat menyayangkan, ribuan bangkai ikan jenis bawal yang mati, akibat terjadinya menurunnya kadar oksigen dan kualitas air, dibuang ke aliaran Sungai Martapura.

Menurutnya, selain terjadinya sumber pencemaran air sungai bau dari bangkai ikan, dari petambak itu sendiri, ditemukan juga bekas pertanian dan pertambangan yang terbawa daru hulu, akhirnya kondisi air sungai Banjarmasin tidak bersih lagi. 

“Dengan terjadinya pembuangan bangkai ikan bawal yang mati ke aliran sungai Martapura tersebut, sehingga kondisi air Banjarmasin terjadi tercemar dan termasuk pemberian pakan oleh petambak itu sendiri,”ungkap H Mukhyar.edo