Datmi Dituntut Lima Tahun

MENUJU TAHANAN – Datmi selaku PPTK yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi ambruknya jembatan Mandastana Kabupaten Batola menuju ruang tahanan usai sidang. mb/risma

BANJARMASIN – Datmi selaku Pejabat Pe­lak­sana Teknis Kegiatan (PPTK) pada proyek pembangunan Jembatan Mandastana kabupaten Barito Kuala yang ikut terseret ke ranah hukum pidana korupsi oleh jaksa penuntut umum dituntut selama 5 tahun penjara.

Sidang dengan agenda tuntutan yang digelar Rabu (9/10) siang di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, dengan agenda pembacaan tuntutan, oleh JPU Radityo Wisnu SH, me­nya­takan bahwa fakta hukum yang terungkap selama dipersidangan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana 2 UURI No 31 Tahun 1999, tentang pem­be­rantasan tindak pidana korupsi.

Selain itu terdakwa juga dituntut membayar denda Rp500 Juta atau subsidar 4 bulan kurungan. Atas tuntutan JPU itu, majelis hakim yang dipimpin oleh Purjana SH, memberikan terdakwa kesempatan untuk mengajukan pembelaan.

“Terdakwa Datmi tadi dituntut 5 tahun penjara denda Rp500 Juta atau subsidair empat bulan kurungan,” ucap Aji. Menurut Aji, untuk terdakwa Datmi didalam tuntutan tidak dibebankan uang pengganti karena uang pengganti yang dimaksud kerugian negara telah di­be­ban­kan kepada terdakwa terdahulu.

“Untuk yang pengganti sudah dibebankan kepada terdakwa sebelumnya,”jelas Aji. Terpisah, Ali Murtadho SH, penasehat  hukum terdakwa mengatakan bahwa dalam kasus ini tuntutan terhadap kliennya hampir sama dengan dua terdakwa yang telah divonis bersalah.

Datmi selaku PPTK didakwa ikut terlibat bersama Rusman Aji direktur PT Citra Bakumpai Abadi dan Yudi Ismani selaku konsultan pemgawas pada runtuhnya jembatan Mandastana tahun 2017 silam sehingga negara dirugikan sebesar Rp17 miliar.ris