loader image

Bupati Hadiri Rapat Paripurna Pembahasan RAPBD 2019

Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Muklis saat menandatangani satu buah Raperda APBD-P tahun anggaran 2019 dan disaksikan Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar

KOTABARU – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Kotabaru masa persidangan I ke-9 tahun sidang 2019/2020 terkait laporan akhir proses pembahasan DPRD Kabupaten kotabaru atas satu buah Raperda tentang perubahan RAPBD tahun anggaran 2019.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Muklis didampingi Wakil ketua Drs Mukni Af, M Arif dihadiri Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, SH serta Anggota DPRD, Forkopinda dan SKPD bertempat di Ruang rapat Paripurna DPRD Koatabaru, Senin (30/09).

Pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Kotabaru tersebut diawali laporan akhir proses pembahasan satu buah rancangan (RAPBD) tahun anggaran 2019 yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Drs H Mukhni Af.

Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar, SH menyampaikan, Pemkab mengapresiasi semua masukan DPRD baik yang disampaikan pembahasan-pembahasan di komisi, badan anggaran maupun pendapat akhir DPRD atas RAPBD P tahun anggaran 2019 yang diajukan.

Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar saat menyampaikan pidato pada rapat paripurna dengan agenda pendapat akhir fraksi terhadap Raperda APBD-P tahun anggaran 2019

Hal itu menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah untuk menyusun dan pelaksanaan anggaran kedepan guna meningkatkan pelayanan dan penyelengaraan pemerintah serta pembangunan Kabupaten Kotabaru.

Selanjutnya terhadap masukan dan pertimbangan pimpinan dan anggota DPRD atas program dan kegiatan yang tidak memungkinkan masuk dalam RAPBD-P tahun anggaran 2019 sebagai akibat tidak terakomodirnya dalam PPAS, akan menjadi pertimbanagan Pemkab untuk dialokasikan dalam APBD tahun anggaran 2020.

Terutama, kata bupati, kegiatan yang memiliki keterkaitan dengan pencapaiyan visi dan misi daerah dan RPJMD 2016/2021.

Berdasarkan persetujuan dan hasil bersama antara Pemkab dan DPRD Kabupaten kotabaru, maka total RAPBD-P yang akan dilaksanakan tahun 2019 adalah sebesar Rp1,810 triliun lebih.

Untuk memenuhi kebutuhan penganggaran dalam RAPBD-P tahun anggaran 2019 yang disepakati menjadi APBD-P tahun anggaran 2019, pemerintah melakukan efesiensi-efesiensi pada kegiatan yang ditinjau ulang sehingga masih ada anggaran bisa dimamfaatkan pada APBD-P tahun anggaran 2019.

Untuk pelaksanaan APBD-P tahun anggaran 2019 mengingat waktu tinggal tiga bulan menuju akhir tahun 2019, saya perintahkan semua SKPD dapat meningkatkan intansitas dan laju pergerakannya, menyusun strategi yang dianggap memungkinkan untuk dapat memacu percepatan pelaksanaan APBD sesuai dengan target kerja yang ditetapkan.

“Saya meminta Kepala SKPD dan perangkatnya menyusun peta permasalahan dan hambatan yang mungkin akan terjadi dan merumuskan solusi yang dapat dijalankan dalam menyelesaikan kegiatan melalui anggaran belanja yang telah ditetapkan, terutama kegiatan pembangunan dan penyedian sarana pasarana dan fasilitas publik,” harapnya.

Semua itu, kata bupati, dimaksudkan agar apa yang telah dianggarkan dalam APBD induk dan APBD-P tahun anggaran 2019 ini dilaksanakan dan selesai dengan baik dan berkulitas sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat. bet/ani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *