Belum Ada Rekomendasi Impor Ayam Brasil

Ilustrasi.

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, hingga saat ini belum ada satu pun perusahaan yang mengajukan rekomendasiimpor ayam asal Brasil, meski Indonesia saat ini membuka keran impornya akibat buntut kekalahan di panel sengketa World Trade Organisation (WTO) atas Brasil.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan I Ketut Diarmita mengakui, meski pemerintah telah membuka keran impor nyatanya belum ada perusahaan swasta yang berminat mengajukan rekomendasi impor.

Hanya saja dia menegaskan, atas kekalahan di WTO itu, pemerintah tak menghalang-halangi keinginan Brasil untuk mengekspor ayamnya ke Indonesia. “Kami buka impornya, tapi belum ada yang mengajukan rekomendasi,” kata Ketut.

Ketut menyampaikan, saat ini ketersediaan ayam lokal masih melimpah sehingga konsums dalam negeri umumnya masih sangat terimbangi. Bahkan, dia menyebut, tingkat konsumsi protein unggas di Indonesia masih sangat rendah.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian (Kementan) yang dihimpun Kementerian Perdagangan (Kemendag), kebutuhan daging ayam ras per kapita tahun 2019 diproyeksi sekitar 12,13 kg per tahun atau dalam skala nasional menjadi sekitar 3,25 juta ton per tahun.

Akan tetapi, dia menegaskan, dengan ketersediaan ayam lokal yang melimpah, bukan berarti Indonesia melarang impor daging ayam Brasil untuk masuk. “Kita nggak larang (masuk) lho ya, tapi memang permintaan untuk impornya belum ada,” kata dia.

Senada dengan hal tersebut, Inspektur Jenderal Kementan Justan Siahaan mengatakan, hingga saat ini belum ada pengajuan rekomendasi impor ayam Brasil. Dia pun berpendapat dan menegaskan, kalaupun importasi itu terealisasi pemerintah bakal me­nsyaratkan ketentuan mulai dari aspek kesehatan dan ke­ha­la­lan­nya.rep/mb06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *