loader image

PKK Harus Aktif

GERAKAN PKK – Bupati Balangan, H Ansharuddin mengingatkan,  posisi dan peran strategis gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia, sebagai bentuk penghormatan atas kiprah dan kridanya gerakan PKK, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2017 tentang Gerakan PKK. mb/sugiannor

PARINGIN – Bupati Balangan, H Ansharuddin mengingatkan,  po­sisi dan peran strategis gerakan Pem­berdayaan Kesejahteraan Ke­luarga (PKK) yang turut ber­par­tisipasi dalam pembangunan In­do­nesia dan sebagai bentuk pe­ng­hormatan atas kiprah dan kri­da­nya gerakan PKK, pemerintah me­nerbitkan Peraturan Pe­me­rintah Nomor 99 tahun 2017 ten­tang Gerakan PKK.

“Kepercayaan pemerintah ter­ha­dap gerakan PKK, sehingga ha­rus menjadi pemacu semangat dan jiwa kerelawanan keluarga be­sar Tim Penggerak PKK.”kata An­sharuddin, di Paringin.

Menurutnya, sebagai salah sa­tu mitra kerja pemerintah, PKK ha­rus mampu menjadi pelopor dan pembaharu yang inspiratif. “PKK bukan sekadar tempat ber­kumpulnya ibu-ibu, bukan pula se­kedar wadah untuk mencari pe­ngetahuan. Tetapi, PKK harus se­lalu membawa semangat dan ener­gi baru dalam setiap gerak la­ngkah dan kridanya,” kata An­shar.

Dia menjelaskan, ciri khas TP PKK adalah pola pendekatan, per­gerakan, peranserta atau par­ti­sipasi masyarakat dalam ber­ba­gai aspek pembangunan. Pe­ng­ge­rakan partisipasi itu sendiri merupakan prinsip dasar gotong-royong, hal mana merupakan wa­risan budaya bangsa.

“Sebagaimana kita ketahui, ji­ka kegiatan pembangunan di­ser­tai dengan dukungan partisipasi dan gotong-royong masyarakat, ma­ka hasil dan dampaknya akan me­miliki nilai tambah yang luar bia­sa. Dari sini, semua pihak se­ma­kin memahami bahwa gerakan PKK merupakan sebuah modal sosial yang besar bagi bangsa in­donesia,” paparnya.

Kepercayaan pemerintah ter­hadap gerakan PKK mendasari te­ma peringatan Hari Kesatuan Ge­rak PKK ke-47 tahun 2019, yaitu, “Tingkatkan kinerja ge­rak­an PKK selaras dengan program pe­merintah.”

Tema ini lanjut Bupati, me­ng­andung arti bahwa gerakan PKK berkewajiban untuk secara kon­sisten mengiringi dan men­du­kung kebijakan program pe­me­rintah, dan tumbuh ber­kem­bang sesuai dengan dinamika per­kembangan pembangunan di In­donesia.

Menghadapi dinamika pem­ba­ngunan saat ini, kami me­ng­ha­rapkan dua hal dari keluarga be­sar gerakan PKK. Pertama, te­taplah dan selalu berpegang pada pri­nsip dan semangat pengabdian se­laku relawan, yaitu senantiasa ber­sikap rendah hati, namun tidak re­n­dah diri. Karena sikap rendah ha­ti adalah landasan yang kokoh ba­gi semua kebajikan, dan pe­ngabdian PKK adalah untuk ke­bajikan seluruh umat dan ke­lu­ar­ga serta lingkungannya.

Kedua, kami berharap TP PKK mau dan mampu menjaga ke­luarga-keluarga yang menjadi ke­lompok sasaran pembinaannya, agar setiap keluarga dapat men­jadi benteng utama dan pertama bagi ketahanan keluarga dalam arti yang lebih luas.

Dalam hal ini, ketahanan ke­lu­arga yang kita harapkan adalah kon­disi di mana setiap anggota ke­luarga mempunyai kemauan dan kemampuan secara kolektif da­lam memilah dan memilih ma­na hal yang baik dan mana yang buruk, mana hal yang benar dan ma­na yang salah, dan sete­rus­nya.

“Insya Allah, membangun ke­tahanan keluarga adalah bagian pen­ting dari membangun bangsa ya­ng kuat dan bermartabat,” pin­tanya.

Tingkatkan terus fungsi ki­nerja gerakan PKK dengan bakti kar­ya nyata serta bekerja tanpa pam­rih. Dan tingkatkan daya krea­tivitas dan inovasi dalam pe­ng­embangan program-program PKK, agar selaras dengan garis ke­bijakan progam pemerintah, dan semua itu harus dicapai me­lalui karsa, inisiatif dan ke­te­kun­an, pungkasnya. SA/mb03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *