Musim kemarau berkah bagi petani yang miliki lahan rawa lebak

mb/ant
PETANI LEBAK – Petani di lahan rawa lebak di Kecamatan Sungai Pandan mendapat pendampingan dari Balittra.

AMUNTAI – Pada musim kemarau, petani di lahan sawah tadah hujan mengalami bencana kekeringan sehingga sering kali menyebabkan gagalnya panen, namun bagi petani di lahan rawa lebak, musim kemarau merupakan berkah, karena lahan yang biasanya tergenang oleh air menjadi surut sehingga dapat ditanami padi.

Seperti yang dilakukan petani di tiga desa di Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Lahan pertanian seluas 80 hektare tumbuh subur ditanami padi varietas unggul.

“Tanaman padi sebagian masih tahap berbuah dan diperkirakan akhir September nanti panen terutama di Desa Hambuku Hulu,” ucap Fajri, salah satu tokoh petani di Kecamatan Sungai Pandan.

Fajri mengungkapkan, lahan pertanian terbagi ke dalam tiga agroekosistem, yakni lahan rawa lebak dangkal, tengahan dan dalam, yang didominasi oleh lahan rawa lebak dalam.

Berdasarkan ketinggian tempatnya, ungkap dia, lahan rawa lebak dangkal memiliki topografi yang lebih tinggi, dan air lebih dulu surut, sehingga penanaman dapat dilakukan lebih awal. Selanjutnya dilakukan penanaman pada lahan rawa lebak tengahan, dan rawa lebak dalam secara berurutan.

Selang waktu penanaman antara ketiga agroekosistem tersebut mencapai satu bulan. Terdapat beberapa kegiatan penanaman padi yang dilakukan pada musim kemarau ini, yakni kegiatan pembenihan, dengan varietas yang diperbanyak adalah jenis Me­kongga.

“Varietas yang diseminasikan Inpara 3 dan Inpara 8, kedua varietas merupakan Inbrida padi rawa yang toleran terhadap genangan, kemudian Inbrida padi irigasi yaitu Inpari 19, Inpari 22 dan Inpari 30 serta varietas Mekongga,” jelasnya.an/mb03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *