Sampah Tutupi Kawasan Siring Laut Kotabaru

KOTABARU – Kawasan Siring Laut Kotabaru yang menjadi menjadi kebanggaan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kotabaru sebagai wahana rekreasi untuk memajukan pariwisata lokal, ternyata memiliki permasalahan sampah.

Sampah di kawasan Siring Laut Kotabaru yang terkenal dengan maskot patung ikan todaknya itu menumpuk, bahkan hingga menutupi seluruh permukaan air di sekitar siring. Fakta itu dapat dilihat saat air laut pasang. Rata-rata sampah yang menumpuk merupakan sampah rumah tangga.

Menurut Kepala Bidang Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotabaru, Emi Siswati, Jumat (13/9), sampah yang berserakan itu berasal dari sejumlah desa yang terletak disisi sebelah siring laut.

“Itu bukan sampah yang dibuang di siring laut. Sampah itu kiriman. Saat air pasang sampah-sampah itu hanyut dan menumpuk di kawasan siring,” ujarnya kepada wartawan.

Emi mengatakan pihaknya sudah membersihkan sampah-sampah itu dan untuk saat ini alat pemungut sampat milik kami minim dan gampang rusak dan nanti akan dipikirkan alat yang bisa digunakan secara berkelanjutan.

Dia mengimbau warga Kotabaru tidak lagi membuang sampah ke laut. “Biasakan membuang sampah ke tempat yang sudah disediakan, karena membuang sampah ke laut dapat mencemari laut,” imbaunya. bet/ani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *