loader image

Oversupply Ayam, Distributor yang Untung

mb/web
HARGA AYAM BERTAHAN – Harga ayam di tingkat konsumen sampai sekarang relatif stabil, kalaupun turun tidak signifikan, seperti yang dialami para peternak mandiri. Harga daging ayam ras segar secara nasional pada kisaran Rp29.850 per kg. Sementara itu, ditingkat peternak menyentuh level terendah. Bahkan pada Agustus lalu hanya dihargai Rp8.000 per kilogram (kg).

JAKARTA – Malang betul nasib paa peternak ayam. Sudah setahun terakhir, harga ayam hidup anjlok. Agustus lalu, harganya bahkan menyentuh level terendah, yaitu Rp8.000 per kilogram (kg).

Ironis, kenyataannya, harga ayam di tingkat konsumen bo­leh dibilang relatif stabil. Ka­lau pun turun, Pusat In­formasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) di laman hargapangan.id melansir rata-rata harga daging ayam ras segar se-nasional cuma 1,65 persen ke kisaran Rp29.850 per kg.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto bilang penurunan harga ayam hidup dikarenakan kelebihan pasokan. Sementara, permintaannya tidak menunjukkan kenaikan. “Produksi ayam berlebih dan tidak diserap optimal,” ujarnya.

Ia melanjutkan tren harga ayam di tingkat konsumen pun menurun, meskipun tak anjlok seperti harga ayam di tingkat peternak. “Tetapi, penurunan harga ayam di tingkat eceran terus berlanjut, sejalan dengan pe­nurunan harga ayam hidup di tingkat peternak,” tutur dia.

Menurut Khudori, Pengamat Sektor Pertanian, masalah oversupply ayam juga dikarenakan peternak mandiri harus bersaing dengan produsen integrator dalam memasarkan produknya. Produsen integrator, yang berkecimpung dari hulu ke hilir, disinyalir masuk juga ke pasar tradisional.

“90 persen ayam mereka (produsen integrator) masuk ke pasar tradisional. Padahal, itu kan pasarnya peternak kecil, peternak mandiri,” katanya.

Karenanya, ia mendesak pemerintah memisahkan pasar antara peternak kecil dan mandiri dengan produsen integrator. Lalu, awasi dengan ketat, demi mencegah pelanggaran. “In­teg­ra­tor garap pasar modern, pe­merintah nanti yang awasi betul,” jelasnya.

Ekonom Indef Rusli Abdullah mengisyaratkan pihak distributor sangat diuntungkan dari kondisi ini. Menurut dia, distributor bisa membeli murah di tingkat peternak, tetapi tetap menjual tinggi di tingkat konsumen.

“Kalau di peternak harga turun tapi di pasar normal, di sini yang diuntungkan middle-man, distributor. Tapi ini memang ada masalah oversupply yang tidak selesai-selesai,” tutur dia. cnn/mb06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *