loader image

Terus Sosialisasikan Pengunaan Alat Kontrasepsi

mb/sugiannor
KONTRASEPSI – Kegiataan pemasangan alat kontrasepsi.

PARINGIN –  Demi mem­ba­ng­un kepedulian terhadap pelak­sa­naan program Keluarga Ber­en­ca­na (KB) dan pemberdayaan pe­re­m­puan (PP) di Balangan, Di­nas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Pe­merintah Kabupaten Balangan, ge­ncar melakukan berbagai ke­gi­atan sosialisasi.

Berbagai kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di tingkat desa hi­ngga kecamatan. Kegiatan ter­sebut di antaranya meluncurkan prog­ram-program kerja serta pe­ma­sangan gratis Implan 15, IUD 3, dan MOP 5.

“Sebagai wujud dari motto DPPKB Balangan untuk men­ce­gah ledakan penduduk, kami gen­car lakukan kegiatan dari so­si­a­li­sasi di kecamatan hingga desa se­tiap bulannya,” ujar Akhmad Na­sa’i, Kepala Dinas Pe­ng­en­da­lian Penduduk dan Keluarga Be­rencana beberapa waktu lalu.

Akhmad Nasa’i me­ng­ung­kap­kan, pihaknya memiliki prog­ram-program KB, di antaranya prog­ram untuk pendewasaan usia per­kawinan agar mencegah per­nikahan dini, pencegahan stun­ting dengan program 100 hari pertama kehidupan, serta prog­ram mencegah ledakan penduduk dengan menggunakan alat ko­n­trasepsi.

“Baru ini, kami berikan pe­ma­sangan alat kontrasepsi implan 15 orang pasien, IUD 3 orang dan MOP 5 orang secara gratis. Hal itu bertujuan memasangkan alat kontrasepsi, sebagai upaya men­cegah ledakan penduduk di Ka­bu­paten Balangan,”tegasnya.

Sebelumnya, Untuk me­mak­si­malkan pelayanan bagi mas­ya­ra­kat serta mensukseskan prog­ram Kependudukan Keluarga Be­ren­cana Pembangunan Keluarga (KKBPK) bagi warga di Ka­bu­pa­ten Balangan, Dinas Peng­en­da­lian Penduduk dan Keluarga Be­rencana (DPPKB) setempat kem­bali akan membangun Balai Pen­yuluhan KB.

Kasubbag perencanaan dan ke­ua­ngan pada Dinas PPKB Ka­bu­paten Balangan, Erma Emilda me­ngungkapkan, jika tahun 2019 ini pihaknya kembali akan mem­ba­ngun satu buah Balai Penyuluh di Kecamatan Halong.

“Tahun depan kita ren­ca­na­kan kembali menambah dua buah Balai Penyulu KB di Kecamatan Te­bing Tinggi dan Juai,’’ ujar Emi­lda saat berbincang, Selasa (25/6) kemarin.

Untuk sementara, kata Emil­da, Balangan hanya mempunyai dua buah Balai Penyuluh KB yak­ni, di Kecamatan Paringin dan Awayan.

Kedepannya, lanjut dia, pi­haknya menargetkan satu ke­ca­mat­an satu Balai Penyuluh KB, de­ngan jumlah kecamatan 15 buah maka ditargetkan tahun 2022 mendatang tiap Kecamatan sudah mempunyai Balai Pen­yu­luh KB.

Sebelum itu terpenuhi, me­nu­rut dia, petugas KB dit­e­m­pa­t­kan di masing-masing kantor Ke­ca­matan.”Kita terus berupaya se­mak­simal mungkin dalam pe­la­yan­an program KB dan Pem­ba­ng­unan Keluarga optimal, selain memenuhi fasilitas yang memadai juga turut berupaya menambah SDM khususnya penyuluh KB yang hingga kini masih keku­rangan,’’ bebernya.

Keberadaan balai penyuluh KB ini sendiri, lanjut Emilda, akan difungsikan secara mak­si­mal guna memberikan layanan bagi masyarakat, khususnya ya­ng terkait program program KB dan Pembangunan Keluarga di Balangan.

Selain itu, dengan adanya ba­lai penyuluh KB ini pihaknya me­nurut Emil, berharap para pen­yuluh KB yang ada bisa lebih maksimal dalam membina warga untuk mengetahui secara detail pentingnya program KB dalam men­jalankan pembangunan di daerah guna mewujudkan Ke­lu­ar­ga Sejahtera.

“Kita selalu serius dalam men­jalankan Program KB, ke­serius ini kita buktikan dengan sudah ada 8 kampung KB, yakni satu kecamatan ada satu kampung KB,” ungkapnya. Lewat kampung KB inilah, menurut dia, proses membangun masyarakat yang sejahtera dari tingkat keluarga berjalan.

“Kita harus memperkuat dan me­revitalisasi program KB dan keluarga sejahtera, makanya kami tidak hanya berhenti pada pencanangan, tapi harus ada aksi dan gerakan. Kampung KB bu­kan milik Dinas Dalduk KB, na­mun milik masyarakat maka kita ber­sama-sama  ikut ber­par­ti­si­pa­si,’’pungkasnya. SA/mb03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *