loader image

DLH Uji Kualitas Air Sungai Martapura

Sungai Martapura

BANJARMASIN –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin melakukan uji salinitas (kadar garam) di Sungai Martapura. Hal ini untuk menge­tahui seberapa banyak ter­intrusinya air sungai pada saat memasuki musim kemarau ini.

Hasil uji air diungkapkan,  Kasi Pemantauan Kualitas Ling­kungan DLH Kota Banjar­masin, Fitriani. Menurutnya,  saat musim kemarau biasanya air laut masuk ke sungai, yang berakibat air sungai tidak bisa digunakan terutama untuk konsumsi (minum)

Menurutnya, debit air sungai di Banjarmasin saat ini terus berkurang, sehingga terjadilah intrusi air laut yang menyebabkan kualitas air sungai akan menurun dan menjadi asin. “Karena debit air sungai kita berkurang atau surut, jadi otomatis air laut masuk ke sungai kita,” ujarnya kamis (29/8).

Oleh karenanya DLH Ban­jar­­masin, terus melakukan pengambilan sample air lima kali dalam setahun, yakni di musim pancaroba, musim penghujan dan musim kemarau yang saat ini masih dalam uji laboratorium.

Intrusi air laut ini audah menkadi kebiasaan setiap tahun bagi sungai di Banjarmasin.  Meski belum terasa dampaknya, namun jika musim kemarau panjang.  Intrusi atau kadar garam air bisa terus meningkat.

“Ini memang masih belum dirasakan masyarakat, karena selain terus dipantau oleh DLH Banjarmasin, air bersih juga terus diusahakan oleh pihak PD­AM,”ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat Banjarmasin untuk tidak menggunakan air sungai sebagai keperluan sehari-hari pada saat terjadi intrusi karena hal ini bisa mempengaruhi pencernaan. via/rds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *