loader image

Atlet Petanque Ikuti Kejuaraan Nasional

mb/sugiannor
IDENTITAS ANAK – Bupati Balangan Ansharuddin (kiri) saat menyerahkan Kartu Identitas Anak kepada perwakilan anak.

PARINGIN – Baru pertama kali me­ngikuti turnamen bang Olah­ra­ga Petanque, Dhea April Le­a­na dan Suci Pratiwi, atlet asal Ka­bu­paten Balangan sukses me­raih medali emas pada Kejurprov Petanque Kalsel yang dilak­sa­na­kan akhir Juli 2019 lalu.

Atas keberhasilan dua atlet ya­ng turun di nomor double putri ter­sebut, keduanya akan me­wa­ki­li Kalsel ke ajang Prapon di Ja­karta Barat pada 26 sampai 31 Agus­tus 2019 nanti.

Sebelum bertolak ke Jakarta, Bu­pati Balangan Ansharuddin me­ne­rima kedatangan atlet yang han­ya diwakili Dhea April Leana di ruang kerjanya, untuk mem­be­rikan restu serta dukungan dan ban­tuan sejumlah uang tunai se­be­lum keberangkatan.

“Saya bangga, dan tentu mem­berikan apresiasi atas prestasi ya­ng sudah diraih. Terus lah bawa ha­rum nama banua di kancah olah­raga,” ujar Ansharuddin.

Sementara itu, Ketua Cabor Pe­tanque Kabupaten Balangan, Mu­hammad Wahyudhi di­dam­pi­ngi pelatih Indah Purnama Sari me­nuturkan, Dhea dan Suci se­be­lum berangkat ke Jakarta akan me­ngikuti pemusatan pelatihan di Ko­ta Banjarbaru dari tanggal 22 sam­pai 25 Agustus 2019.

“Selain mendapatkan satu emas, pada Kejurprov Kalsel lalu kit­a juga mendapatkan dua medali pe­runggu dari nomor perorangan syu­ting putra dan triple putri, tapi Cu­ma yang dapat medali emas ya­ng diberangkatkan ke Pra­pon,” ter­angnya.

Indah mempunyai ke­ba­ng­ga­an tersendiri atas prestasi yang di­raih atletnya ini, lantaran Cabor Pe­tanque baru dibentuk di Ka­bu­pa­ten Balangan pada bulan Juli 2019 lalu.

Petanque sendiri adalah Ca­bor yang baru dipertandingkan di ajang olahraga resmi di In­do­ne­sia sejak tahun 2011.

Petanque awal­nya merupakan permainan tra­disional asal negara Prancis ya­ng merupakan pengembangan da­ri permainan jaman Yunani Ku­no sekira abad ke-6 SM, versi mo­dern dari permainan Petanque di­perkenalkan oleh Jules Boule Le­noir pada tahun 1907 di kota La Ciotat, di Provence, di selatan Pran­cis. SA/mb03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *