15 Juta Orang Belum Bayar Iuran BPJS Kesehatan

JAKARTA – Direktur Ke­ua­ng­an Badan Penyelenggara Jaminan So­sial (BPJS) Kesehatan Kemal Imam Santoso mengatakan, hi­ngga kini masih ada 15 juta pe­ser­ta jaminan kesehatan yang me­nu­nggak pembayaran iuran.

Jumlah tersebut diprediksi tu­rut menyumbang defisit BPJS ke­se­hatan tahun ini sebesar Rp 28,5 triliun. “Saat ini sekitar 15 juta orang (yang menunggak),” ujar Kemal saat ditemui di G­e­du­ng DPR, Jakarta.

Adapun proyeksi defisit ta­hun ini sebesar Rp 28,5 triliun be­ra­sal dari sisa penambalan ta­hun lalu sebesar Rp 9,1 triliun dan khusus tahun ini sebesar Rp 19 triliun.

“Estimasi kita pada cur­rent running seperti ini Rp 28,5 triliun. Ini carried dari tahun la­lu Rp 9,1 triliun plus yang ada ta­hun ini kan Rp 19 triliun,” je­lasnya.

Untuk memperkecil defisit, BPJS kesehatan akan melakukan pen­d­ataan ulang peserta yang se­lama ini belum melakukan pem­ba­yaran secara disiplin.

Selain itu, pihaknya juga akan mendata pe­serta yang tak lagi masuk da­lam keanggotaan atau telah me­ni­nggal dunia (cleansing ata).

“Cleansing data ini masalah tek­nis ya terus setiap hari kita clean­sing data. Proses data clean­sing kan tidak sekali kita lakukan. Ini tiap hari kita. Anda kalau ke Pus­kesmas, atau ke kantor BPJS se­lalu ditanya apakah status be­ru­bah, nomer HP berubah dan se­ba­gainya,” jelasnya.

BPJS Kesehatan juga akan me­nindaklajuti berbagai temuan au­dit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Be­be­rapa di antaranya yaitu per­ba­ik­an data peserta, perbaikan mana­jemen serta bentuk pelayanan ter­hadap masyarakat.

“Saya kira ini sudah jelas bah­wa BPJS itu perlu me­nin­dak­lanjuti ahsil audit BPKP yang di­la­kukan pada akhir 2018. Ada se­ra­ngkaian yang harus kita la­ku­kan dan tentu ini me­m­bu­tuh­kan koordinasi dengan ke­me­n­keu, ementerian dalam negeri, de­ngan kementerian kesehatan, de­ngan pemda, termasuk swasta ju­ga,” tandasnya. mdk/mb06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *