SDM Berkualitas untuk Lepas dari Kemiskinan

mb/humas
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor bersama Kapolda, Irjen Polisi Yazid Fanani dan Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud, Purwadi Sutato berfoto bersama usai pembukaan lomba debat Bahasa Indonesia.

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor mengharapkan debat pelajar SMA secara nasional di Banjar­masin akan mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia berkualitas dan mampu bersaing di era global.

“Saya yakin dari peserta debat SMA ini akan melahirkan SDM berkualitas dan menjadi salah satu modal bagi anak bangsa di negeri tercinta ini untuk lepas dari kemiskinan dan kebodohan,” ujarnya di Banjar­masin, kemarin.

 Harapan Gubernur Kalsel itu terungkap saat menyampaikan sambutan dan sekaligus mem­buka debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara nasional tingkat SMA tahun 2019 yang dilaksanakan di Banjarmasin.

Debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang diikuti 34 provinsi di Indonesia tersebut dihadiri Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Ke­ment­erian Pendidikan dan Kebu­­dayaan, Drs Purwadi Sutanto, MSi.

Paman Birin berharap, me­lalui debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara nasional tahun ini akan mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi sehingga mereka mampu ber­kompetensi di era global.

Melalui debat tersebut, kata Paman Birin, para pelajar yang berprestasi dari 34 provinsi di Indonesia mampu berpikir kritis dan kreatif dan inovatif.

Paman Birin men­yam­paikan ucapan terima kasih kepada Kemendikbud yang memilih Kalsel, khususnya Banjarmasin se­bagai tuan rumah pelaksanaan debat tingkat SMA ini.

“Saya kira debat antar pelajar SMA se-Indonesia ini merupakan program atau aplikasi dari kebijakan Presiden Jokowi yang fokus dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing,” katanya.

Paman Birin berpesan agar peserta debat yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia terus belajar dalam rangka mening­katkan kualitas SDM di negeri ini.

Sementara itu, Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud RI, Drs Purwadi Sutanto, MSi mengatakan debat ini dilak­sanakan dalam rangka mening­katkan kompetensi di kalangan pelajar agar mereka lebih kritis dan kreatif. 

Selain itu, kata Purwadi, dalam rangka meningkatkan wawasan peserta didik dari seluruh Indonesia dan mereka merupakan pelajar terbaik dari masing-masing provinsi dan melalui debat ini akan dipilih yang terbaik secara nasional.

Dia menjelaskan, Kemen­dikbud memfasilitasi penyaluran minat bakat generasi muda agar mereka kreatif, karena mereka akan bersaing dengan generasi muda negara lain dan anak-anak yang ikut debat ini merupakan anak-anak hebat.

“Saya berterimakasih kepada Pemprov Kalsel dan instansi terkait yang telah memfasilitasi debat ini dan diharapkan Kalsel mampu meraih dua sukses yakni sukses pelaksanaan dan sukses prestasi,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, HM Yusuf Effendi melaporkan, debat Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia secara nasional tahun 2019 dihadiri 340 siswa dan 100 tenaga pendamping secara nasional.

Peserta sebanyak 340 orang ditambah 100 tenaga pendamping itu, setiap provinsi satu sekolah dimana di dalamnya ada enam orang dengan pendamping dua orang.

Ketika ditanya target Kalsel, Yusuf mengatakan, pihaknya berharap peserta dari Kalsel akan tampil maksimal dalam debat sehingga mereka mampu meraih prestasi terbaik baik debat bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. ani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *