LH Sampaikan Permintaan Maaf

mb/ist
KLARIFIKASI – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru Sirajoni didampingi Kabag Humas dan Protokol Kota Banjarbaru Dedi Sutoyo memberikan klarifikasi mengenai acara perayaan 17 Agustus dan berbagi daging kurban.

BANJARBARU – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjarbaru Sirajoni menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Banjarbaru dan pihak yang merasa keberatan, dengan acara yang menghadirkan beberapa waria dalam acara peringatan 17 Agustus sekaligus berbagi daging kurban di Kantor Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, belum lama tadi.

Hal ini disampaikan Sirajoni didampingi Kabag Humas dan Protokol Kota Banjarbaru Dedi Sutoyo kepada para wartawan, Kamis (15/8) sore.

Sirajoni menjelaskan, acara itu sebenarnya internal Dinas Lingkungan Hidup yang menggabungkan perayaan peringatan 17 Agustus dengan berbagi daging kurban.

“Acara perayaan 17-an kami dahulukan karena para petugas kebersihan pada tanggal 17, 18, 19, dan seterusnya akan semakin sibuk,” ujarnya. Adapun adanya beberapa orang waria di acara itu, memang diundang untuk mengisi hiburan.

“Acara itu hanya untuk hiburan karyawan. Apalagi beban kerja anak-anak (petugas kebersihan) lagi berat-beratnya, kalau memang itu salah, saya mohon maaf,” ucapnya.

Sirajoni mengakui, dirinya mendapat teguran keras dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda Banjarbaru. Kenapa sampai ada acara ini?

“Kalau ada yang ketersinggungan, saya mohon maaf kepada masyarakat. Mudahan Tuhan Yang Maha Kuasa mengampuni, dan semoga tidak terjadi lagi,” kata Sirajoni.

Mengenai foto bersama dengan beberapa waria, Sirajoni menegaskan, wali kota tidak mungkin menolak permintaan mereka untuk foto bersama.

“Saya siap menerima sanksi, tidak ada yang lain yang disalahkan, murni ini Dinas LH, dan saya yang bertanggung jawab,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru ini menegaskan.

Berita di media sosial tentang tampilnya beberapa waria di acara yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, sepertinya mendapat perhatian para nitizen. Karena itu pula, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru memberikan klarifikasi mengenai hal itu. dio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *