loader image

Kesbangpol Imbau Warga dan SKPD Pasang Bendera

antara
APEL – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Barito Kuala Nor Ipani memimpin upacara apel gabungan, di halaman Kantor Bupati Batola.

MARABAHAN – Kepala Badan Ke­satuan Bangsa dan Politik Ka­bu­paten Barito Kuala (Kesbangpol Ba­tola), Kalimantan Selatan, Nor Ipani mengimbau semua warga un­tuk memasang bendera merah pu­tih di halaman rumah masing-ma­sing.

­Khusus kantor satuan kerja pe­ra­ngkat daerah (SKPD), dia me­min­ta, selain memasang bendera ju­ga  menambah spanduk standar ya­ng sudah ditentukan ragam hias­a­n lainnya.

“Mengingat saat ini memasuki mo­mentum HUT Proklamasi Ke­mer­dekaan ke-74 RI dan Idul Adha 1440 Hijriyah maka kita se­mua hendaknya berpartisipasi un­tuk menyemarakannya,” kata Nor Ipani saat menjadi Pembina Up­a­ca­ra Bendera di halaman Kantor Bu­pati Batola.

Lelaki suka guyon itu juga  me­ng­ajak,  seluruh peserta upacara m­u­lai para pelaksana, pejabat ese­lon IV, III, dan II untuk men­do­a­k­an para jemaah haji, terutama be­ra­sal dari Kabupaten Batola agar se­lalu sehat walafiat, diberikan ke­lan­caran, kelapangan, memperoleh ha­ji yang mabrur serta selamat hi­ng­ga kembali ke tanah air.

Terkait dengan tugas pokok dan fungsi, Nor Ipani mengatakan, se­suai misi keempat Bupati Batola ser­ta ketentuan yang mendasari, Ba­dan Kesbangpol mendapat em­ba­nan amanat tugas koordinatif se­ka­ligus wadah lembaga sek­re­tariat.

Tugas koordinatif itu, te­rang dia, seperti Tim Kominda, Tim Terpadu Penanganan Kon­flik So­sial, Tim Kewaspadaan Dini, Tim Koordinasi Pe­ma­n­tau­an Per­kembangan Politik, Pu­sat Pen­didikan Wasbang, Tim Sa­tuan Gugus Tugas Re­vo­lusi Men­tal, Tim Fasilitasi Ban­tu­an Ke­uangan Parpol, FKUB, FKDM, dan FPK.

Kepala Badan Kesbangpol Ba­­tola menyebut, pihaknya te­lah melakukan tindakan tekanan terukur dalam rangka ter­lak­sa­na­n­ya program strategis nasional se­perti pengadaan ahan Pem­ba­ng­kit Lis­trik 30 MW di Ke­ca­mat­an Tam­ban dan pelaksanaan HPS di De­sa Jejangkit Timur Ke­camatan Jej­angkit, Desa Si­nar Baru Ke­ca­matan Man­das­ta­na, dan Desa Su­ngai Sahurai Ke­camatan Ra­­n­tau Badauh.

Sementara kegiatan pe­ng­a­man­­an yang dilakukan berupa pe­n­anganan, jelas dia, harus te­ru­kur, sehingga upaya pendirian ru­mah ibadah yang tidak men­da­sarkan ketentuan peraturan pe­run­dang-undangan berlaku se­perti terjadi di Desa Sawahan dan Su­n­gai Raya Kecamatan Cerbon dan Desa Sidomulyo Kecamatan Wanaraya.

Nor Ipani juga meng­ung­kap­kan, pekerjaan rutin yang harus di­tangani Badan Kesbangpol ti­dak terlepas dari beberapa upaya se­perti deteksi dini berbagai ke­mu­ngkinan masalah yang men­ja­di pemicu konflik, melakukan pem­bahasan berbagai per­ma­sa­lah­an menyangkut potensi kon­flik, melakukan langkah-langkah ko­ordinatif dalam pencegahan dan penanganan potensi konflik, men­dorong penyelesaian ke upa­ya mediasi hingga pada ranah pe­ng­adilan. an/mb03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *