Bandar Sabu Jaringan Lapas Diciduk

mb/rizal
JARINGAN LAPAS – Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs Sumarto MSi, Plh Kasat Resnarkoba AKP Ade Papa Rihi SH SIK MH, saat perlihatkan tersangka sabu jaringan Lapas, Selasa (13/8) sore.

BANJARMASIN – Polresta Banjarmasin kembali menciduk satu orang pria terduga kurir bandar besar narkotika nasional jaringan Lintas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Indonesia, di wilayah hukum setempat.

Tersangka kurir jaringan Lapas Nasional ini, Ra­diansyah alias Radi (33), warga Jalan Nakula 9, No 04, RT03, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Ba­n­jar­masin Selatan Kota Ban­jarmasin.

Keberhasilan itu tidak lepas dari upaya petugas Unit I, Sat Resnarkoba Polresta Ban­jar­masin yang dipimpin Plh Kasat Resnarkoba AKP Ade Papa Rihi SH SIK MH, bersama Kanit Idik I, Ipda Aries Wibawa.

“Kita sita barang bukti dari tersangka, satu kilo lebih sabu-sabu, 834 pil diduga ineks, siap diedarkan di Kota Banjarmasin,” kata Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs Sumarto MSi, dampingi Plh Kasat Resnarkoba setempat, AKP Ade Papa Rihi SH SIK MH saat pressrelease, Selasa.

Dikatakanya, Sumarto, “Kita dalami asal usul sabu-sabu dan ineks ini, namun beberapa waktu yang lalu, kita juga pernah mengungkap, ya, lima kilo ya, 12 kilo, diduga barang haram berasal dari luar,” ucap Sumarto.

Lanjutnya, yang jelas barang pemuas ilusi diduga di fasok dari luar Banjarmasin Kalimantan Selatan, “Kita tetap melakukan penyelidikan kemungkinan adanya home industri narkotika di Ban­jarmasin,” imbuhnya.

Dikatakannya, dari didapatnya lima kilo sabu, 12 kilo sabu yang didapat dari luar Banjarmasin, “Ada kemungkinan pelaku ini, masuk jaringan narkotika nasional, setelah didapat barbuk terdahulu 5 kilo dan 12 kilo,” imbuh Sumarto.

Tapi ragu Sumarto, kalau dia masuk seperti ini, dia masuknya barang haram ini perkilo ke Banjarmasin, dibuktikan dengan di ciduknya kurir, “Terbukti dengan di sitanya baru-baru ini, barbuk satu kilo lebih dan 834 butir ineks,” ulas Sumarto.

Lanjutnya lagi Polresta Banjarmasin pun untuk menciduk pelaku sabu dengan jumlah barang belasan kilo, didapat langsung dari luar Banjarmasin, dan me­ng­gagalkan masuk ke Ban­jarmasin.

“Tapi sabu dan ineks, kalau sudah masuk Ban­jar­masin, tinggal kiloan saja sabunya, dan ratusan butir ineksnya, berkaca dari pernah diciduknya pelaku di luar kalsel oleh Polresta dengan barbuk dalam jumlah belasan kilo,” katanya.

Dia menuturkan ma­sya­rakat Banjarmasin perlu bersyukur Polresta Ban­jar­masin bisa menangkap pelakunya, “Kita bersyukur bisa menangkap pelakunya sebelum barang di edarkan di Banjarmasin,” ucapnya.

Orang nomor satu di Jajaran Polresta Banjarmasin ini juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat langsung dalam pengungkapan ini, “Kita berterima kasih, petugas Sat Resnarkoba, Sat Intelkam, berhasil mengungkap pelaku, sebelum barang di konsumsi warga Ban­jar­masin,” hela Sumarto.

Disinggung apakah pelaku kurir ini masuk jaringan Lapas Nasional dengan seulas senyum Kapolresta yang akrab dengan para wartawan kriminalitas ini, “Kita dalami apakah kurir ini masuk jaringan lapas Na­sional,” tegasnya.

Tersangka di ciduk Sabtu (10/8) Tahun 2019, sekitar pukul 18.30 Wita,TKP di Jalan Permata Regency, RT48, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin.

Barbuk 7 paket sabu berat bersih 695,2, kemudian 9 paket sabu berat bersih 389,81 gram, 806 butir tablet warna biru muda lugo tulip diduga ineks, 28 butir pil warna merah muda lugo panda diduga ineks.

Satu timbangan digital warna silver, satu lakban bening, satu pak plastik, satu buah alat press plastik sealer merk enter beserta kotak, satu buah handphone oppo hitam, satu buah handphone nokia hitam. 

Pengakuan pelaku sabu dan ineks, “Baru satu kali membawakan barang haram ini, milik bos, lewat kenalan berinisial Agus, sewaktu sama-sama penghuni sel Narkoba di Lapas Kelas II, Teluk Dalam Banjarmasin.

Cuma kita tidak kenal dengan bandar besar nar­ko­tika jaringan lapas ini, kita tidak pernah jual, tidak pernah beli, dia kasih kita ba­gi, bos via telepon seluler di­suruh ambil barang, ke­mudian membagi dan ter­ciduk, untuk upah bos be­sar transfer lewat bank,” aku Radi ke Sumarto. sam/mb05

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *