loader image

Waspadai Lima Penyakit Menular Pada Hewan

mb/ist
SAMBUTAN – Sekdaprov Kalsel H Abdul Haris saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi bidang pertanian dalam rangka percepatan pembentukan otoritas veteriner Provinsi dan kabupaten/kota se-Kalsel, di Banjarbaru.

BANJARBARU – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan, H Abdul Haris mengingatkan, Kalsel perlu mewaspadai lima penyakit menular pada hewan dan ikan agar tidak sampai menular kepada manusia.

“Saya berharap melalui kewaspadaan instansi berwenang dan masyarakat di banua ini, penyakit menular pada hewan dan ikan tersebut tidak sampai berkembang dan menular pada manusia,” ujarnya di Banjarbaru, kemarin.

Peringatan Sekdaprov Kal­sel tersebut disampaikan pada pembukaan Rapat Koordinasi bidang pertanian dalam rangka percepatan pembentukan oto­ritas veteriner Provinsi dan kabupaten/kota se-Kalsel, di Banjarbaru.

Rakor bidang pertanian tersebut dihadiri Kasubdit Kelem­bagaan dan Sumberdaya Kese­hatan Hewan, Ditjen Kese­hatan Hewan, Kementerian Pertanian, Irfansyah Batubara dan Kepala Biro Pengembangan  Produksi Daerah Setdaprov Kalsel, Drs Sulaiman.

Dilaporkan, Kepala Biro Pengembangan Produksi Daerah Setdaprov Kalsel, Sulaiman, bahwa ada lima jenis penyakit menular yang ada pada hewan dan ikan antara lain zoonosis, rabies dan antraks yang harus diantisipasi agar tidak sampai mewabah di Kalsel.

Menurut Sekda, jika lima penyakit menular pada hewan dan ikan itu tidak menular pada manusia, maka perlu perhatian serius untuk mengantisipasi penyakit tersebut, salah satunya menetapkan pejabat otoritas veteriner di banua ini.

“Kita harus membentengi diri terhadap lima penyakit menular pada hewan tersebut agar tidak sampai menular di Kalsel, karena kondisi saat ini Kalsel masih bebas dari penyakit seperti antraks dan zoonosis,” katanya.

Selain itu, kata Haris, pejabat otoritas yang mendapat keper­cayaan mengawasi masuknya hewan dan ikan ke Kalsel harus melakukan pengawasan yang ketat agar penyakit menular pada hewan dan ikan itu tidak berkem­bang dan menular di Kalsel.

Haris juga berharap pejabat otoritas veteriner yang ditunjuk mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait penu­laran penyakit menular pada hewan tersebut dan menentukan langkah-langkah antisipasi terhadap penyakit menular tersebut.

Melalui pejabat otoritas veteriner tersebut, lanjutnya, diharapkan bisa memberikan keamanan dan kesehatan hewan yang dikonsumsi masyarakat sehingga masyarakat terhindar dari penyakit berbahaya tersebut.

Sementara itu, Kepala Biro Pengembangan Produksi Daerah Setdaprov Kalsel, Sulaiman mengatakan, Rakor bertujuan mempercepat pembentukan oto­ritas veteriner sebagai langkah antisipasi pra bencana atau wabah penyakit menular pada hewan.

Peserta Rakor sebanyak 50 orang berasal dari instansi vertikal terkait, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) provinsi terkait dan pejabat dari 13 kabupaten/kota yang menangani lingkup pertanian serta dari perguruan tinggi. ani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *