loader image

Menkeu Tak Mau Tomboki Defisit BPJS Kesehatan

JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diproyeksi mengalami defisit Rp 28 triliun pada tahun ini.    

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuanga Sri Mulyani Indrawati menyatakan akan terus memonitor kinerja BPJS Kesehatan dalam beberapa bulan ke depan, termasuk me­ni­ng­katkan koordinasi antar lembaga kesehatan.

Sri Mulyani menegaskan pihaknya tidak ingin hanya memberikan bantuan berupa dana talangan semata-mata saja. Lebih dari itu, Mantan Direktur Bank Dunia ini ingin memperbaiki sistem supaya lembaga ini bisa sustain, tidak tergantung pada suntikan APBN.

“Karena kita tidak ingin hanya melakukan pembayaran defisit tapi lebih kepada secara fundamental ada perbaikan sistem jaminan kesehatan nasional yang bisa menciptakan suatu sistem sustainable,” katanya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan.

Dia melanjutkan salah satu upaya untuk memperbaiki sistem yaitu dengan data-data audit Badan Pengawas Keuangan dan Pem­ba­ngu­nan(BPKP). Adapun data BPKP menjadi landasan pemerintah memperbaiki kinerja BPJS Kesehatan ke depan.

“Ya kan kita sudah dapat audit BPKP secara total yang menjadi basis kita menangani masalah BPJS Kesehatan itu,” tuturnya.

Sri Mulyani bilang, selain melihat dari pencapaian kinerja BPJS Kesehatan selama 6 bulan ke depan, pihaknya juga akan melakukan identifikasi koordinasi antara kementerian lembaga. Termasuk di dalamnya seperti tata kelola tagihan, dari sisi penerimaan dan peserta BPJS. kump/mb06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *